
Samarinda, Kaltimedia.com – Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, dijatuhi hukuman mati setelah pengadilan khusus menyatakan dirinya bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Putusan itu disampaikan Senin waktu setempat. Majelis hakim menyatakan Hasina bertanggung jawab atas perintah penindasan brutal terhadap demonstrasi mahasiswa yang pecah tahun lalu.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), aksi protes tersebut menewaskan sekitar 1.400 orang, sebagian besar akibat tembakan pasukan keamanan.
“Sheikh Hasina secara pribadi memberikan instruksi yang mengakibatkan tindakan kekerasan meluas terhadap warga sipil,” demikian kutipan ringkas dalam putusan pengadilan sebagaimana dilaporkan BBC, Senin (17/11/2025).
Hasina diadili secara in absentia atau dengan ketidakhadiran, karena hingga kini masih berada di India, tempat ia melarikan diri sejak digulingkan dari jabatannya pada Agustus 2024.
Reaksi dan Bantahan Hasina
Dalam wawancara melalui email kepada BBC pekan lalu, Sheikh Hasina menolak seluruh tuduhan tersebut. Ia menyebut persidangan tanpa kehadirannya sebagai “komedi” dan “pengadilan boneka” yang dikendalikan oleh lawan politiknya.
“Saya tidak membantah situasi menjadi tidak terkendali, atau bahwa banyak nyawa hilang. Namun saya tidak pernah memerintahkan pasukan menembak warga sipil yang tidak bersenjata,” tulis Hasina dalam pernyataannya.
Pemerintah Bangladesh kini memperketat pengamanan nasional di Dhaka dan kota-kota besar lainnya karena kekhawatiran akan aksi protes lanjutan. Sejumlah demonstrasi dilaporkan pecah sejak pagi waktu setempat.
Latar Belakang Aksi Protes
Gelombang protes besar tahun lalu dipicu kemarahan mahasiswa terhadap sistem kuota pekerjaan di sektor aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan lama yang memberikan 30 persen posisi bagi keturunan veteran perang dianggap menimbulkan nepotisme dan merugikan para lulusan muda.
Pemerintah interim atau sementara Bangladesh, kemudian merevisi aturan itu menjadi hanya 5 persen, sekaligus menandai berakhirnya kebijakan lama yang mendukung loyalis partai Liga Awami pimpinan Hasina.
Sosok Sheikh Hasina
Sheikh Hasina merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Bangladesh. Ia pertama kali menjabat pada 1996 dan kembali berkuasa pada 2009.
Meski awalnya dikenal sebagai tokoh pro-demokrasi, masa kepemimpinannya belakangan diwarnai tuduhan pelanggaran HAM, penghilangan paksa, dan pembungkaman oposisi.
Putri pendiri negara Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman ini, pernah selamat dari kudeta berdarah tahun 1975 yang menewaskan sebagian besar anggota keluarganya. Setelah peristiwa itu, ia mendapatkan suaka politik di India.
Kini, vonis bersalah terhadap Hasina menandai babak baru dalam sejarah politik Bangladesh dan mengurangi peluangnya untuk kembali ke tanah air dalam waktu dekat. (AS)
Sumber: (BBC)



