Jaga Kesehatan Sejak Dini, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Imbau Orangtua Tidak Merokok Dekat Anak-anak

LARANGAN ROKOK – Ilustrasi. Pemerintah Kota Balikpapan terus memberikan imbauan tentang kesehatan ke masyarakat. Mulai dari mendorong perilaku hidup sehat melalui Peraturan Daerah tentang Larangan Iklan Rokok, yang sudah diterapkan beberapa tahun lalu

BALIKPAPAN – Kesehatan warga juga tak luput dari perhatian Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Untuk itu, pemerintah Kota Balikpapan terus memberikan imbauan tentang kesehatan ke masyarakat. Mulai dari mendorong perilaku hidup sehat melalui Peraturan Daerah tentang Larangan Iklan Rokok, yang sudah diterapkan beberapa tahun lalu. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar menjaga kesehatan publik, terutama anak-anak.

“Kami tidak melarang orang merokok, karena itu hak pribadi. Tapi tolong, kalau merokok jangan di rumah, jauhkan dari anak dan istri. Kita ingin menjaga keluarga kita tetap sehat,” imbau Rahmad beberapa waktu lalu. 

Menurut Rahmad, melakukan pola hidup sehat dan kesadaran menjaga diri harus dimulai dari rumah. Dia berharap gerakan edukasi kesehatan bisa menjadi budaya sosial di setiap lingkungan RT, kelurahan, dan kecamatan

Selain itu dia meminta peran kader PKK, pengurus organisasi kesehatan, dan masyarakat dalam mengkampanyekan kesadaran pemeriksaan kesehatan sejak dini. 

Dia menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama di tingkat keluarga dan lingkungan.

Pemerintah telah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui program rutin Dinas Kesehatan. Namun, program itu hanya akan efektif jika masyarakat memiliki kesadaran untuk memanfaatkannya.

“Kami mengimbau seluruh kader PKK dan pengurus kanker agar aktif mengedukasi warga di lingkungannya. Sampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis selalu tersedia. Ini wajib kita sosialisasikan, supaya masyarakat tidak menunggu sakit baru periksa,” ujar Rahmad.

Pemerintah juga telah menanggung iuran BPJS Kesehatan kelas 3 bagi pekerja bukan penerima upah. Program ini diharapkan meringankan beban keluarga saat mengalami sakit, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.

“Pemeriksaan dini bisa mencegah penyakit berat. Sekarang banyak kasus penyakit paru-paru di Indonesia, bahkan kita berada di urutan kedua dunia setelah India. Maka, deteksi dini sangat penting,” katanya. (adv/pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *