Dorong Kreativitas Pemuda, Taufik Qul Rahman Minta Pemkot Fokus pada Ekonomi Digital dan Inovasi Lokal

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman

BALIKPAPAN — Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 dimanfaatkan oleh Anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, untuk mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kota melalui kreativitas dan inovasi digital. Ia menilai, pemerintah daerah perlu memperluas fokus pembangunan, tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan “infrastruktur manusia” yang mampu melahirkan ide-ide segar dan berdampak ekonomi.

“Kalau dulu perjuangan pemuda dilakukan di medan perang, sekarang medan perjuangan itu ada di dunia digital, di ruang-ruang kreatif, dan di lapangan inovasi,” ujar Taufik, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, Balikpapan memiliki banyak anak muda potensial yang bergerak di bidang teknologi, seni, hingga ekonomi kreatif, namun belum sepenuhnya mendapat dukungan optimal dari pemerintah. Ia mendorong agar Pemkot Balikpapan menyediakan ruang ekspresi, dukungan dana, dan pendampingan nyata bagi para inovator muda.

“Kita sering bicara soal pembangunan jalan dan gedung, tapi jarang bicara tentang pembangunan ide dan SDM. Padahal, kota yang maju bukan hanya karena infrastrukturnya, tapi karena manusianya yang kreatif,” tegas Taufik.

Ia mencontohkan, banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi produk digital buatan anak daerah, seperti aplikasi layanan publik, platform pemasaran UMKM, hingga startup berbasis komunitas.
“Anak muda Balikpapan punya potensi untuk menciptakan karya besar, asal diberi ruang. Jangan sampai kita hanya jadi penonton inovasi dari kota lain,” ujarnya.

Selain sektor teknologi, Taufik juga menyoroti potensi ekonomi kreatif dan industri konten digital yang tumbuh pesat. Ia menilai, para kreator muda di Balikpapan sudah memiliki kemampuan bersaing dengan daerah lain, hanya saja belum mendapat perhatian serius.

“Kita bisa meniru Yogyakarta, di mana kreator muda dilibatkan untuk promosi wisata dan pengembangan UMKM. Balikpapan juga bisa kalau pemerintahnya mau menggandeng komunitas kreatif,” tambahnya.

Lebih jauh, Taufik menegaskan bahwa pemberdayaan pemuda tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga sosial. Dukungan pemerintah dapat mendorong anak muda menjadi produktif, menjauhkan mereka dari aktivitas negatif, sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

“Kalau pemuda diberdayakan, mereka akan melahirkan solusi. Tapi kalau dibiarkan tanpa arah, mereka bisa kehilangan potensi terbaiknya,” ujarnya.

Taufik pun mendorong agar kolaborasi lintas dinas diperkuat, tidak hanya mengandalkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) semata.

“Pengembangan generasi muda harus jadi gerakan bersama. Semua OPD perlu punya program yang berpihak pada pemuda, karena di tangan merekalah masa depan Balikpapan akan dibentuk,” pungkasnya.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *