Tahanan Kabur Asal Samarinda Ditangkap di Palangka Raya, Dua Sisanya Diburu Polisi

Foto: Dua DPO dari sel Polsek Samarinda Kota yang masih dalam pengejaran. Sumber: (Istimewa)

Samarinda, Kaltimedia.com – Upaya koordinasi lintas provinsi antara aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) membuahkan hasil. Salah satu tahanan kabur dari Polsek Samarinda Kota akhirnya berhasil ditangkap di Palangka Raya setelah sepekan dalam pelarian.

Tahanan bernama Krisantus Dominikus Werong Lubur alias Santos ditangkap tim gabungan di rumah kakaknya di Jalan Janah Jari, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Sabtu malam (25/10/2025) sekitar pukul 22.36 WIB.

Penangkapan ini sekaligus menegaskan hasil penelusuran jejak pelarian dua tahanan yang sempat terekam kamera CCTV di kawasan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, Kompol M. Rian Permana, melalui Kanit Jatanras Iptu Helmi Hamdani, menyebut berdasarkan pengakuan Santos, mereka sempat menumpang kendaraan menuju Kalimantan Tengah sebelum akhirnya berpisah di wilayah Pulang Pisau.

Setelah berpisah, Santos melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya, sementara rekannya Muhammad Yusril alias Unyil masih dalam pengejaran.

“Dia (Santos) saat ditangkap sudah sendiri,” ujar Helmi dalam keterangan resmi Polresta Palangka Raya.

Polresta Palangka Raya bersama Jatanras Polda Kalteng kini turut membantu proses pengejaran terhadap Yusril. Operasi ini dipimpin langsung oleh tim Jatanras Polda Kaltim bekerja sama dengan Polresta Samarinda dan jajaran Polsek terkait. Sinergi lintas provinsi tersebut menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diketahui, Unyil merupakan salah satu dari 15 tahanan yang kabur dari sel Polsek Samarinda Kota pada Minggu siang (19/10/2025). Dengan ditangkapnya Santos, total sudah 13 tahanan yang berhasil diamankan kembali oleh aparat kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor apabila mengetahui keberadaan tersangka yang masih buron. Kolaborasi warga dan aparat dinilai sangat penting dalam mendukung upaya menjaga keamanan publik di wilayah Kalimantan. (AS)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *