Hetifah Dorong Anak-anak Kaltim Raih Mimpi Lewat Program Indonesia Pintar

Gambar saat ini: Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Sumber: Kaltimedia.com
Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Sumber: Kaltimedia.com

Samarinda, Kaltimedia.com — Suasana Aula SDN 007 Sungai Pinang, Samarinda, terasa berbeda pada Jumat (26/9). Ratusan siswa, guru, orang tua, hingga pejabat pendidikan berkumpul dalam satu semangat yang sama: memastikan tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.

Di hadapan sekitar 150 peserta, Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, membuka kegiatan Sosialisasi dan Percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan, PIP adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada anak-anak bangsa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Program Indonesia Pintar hadir untuk membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan agar dapat menempuh pendidikan dengan layak. Komisi X DPR RI akan terus mendorong percepatan penyaluran agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Hetifah.

Tak hanya sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aktivasi rekening bagi siswa penerima PIP. Mobil layanan dari bank penyalur, BNI dan BRI, hadir langsung di lokasi. Anak-anak dan orang tua pun bisa segera mencairkan bantuan tanpa harus jauh-jauh ke kantor cabang. Senyum lega terlihat di wajah mereka yang merasa terbantu dengan kemudahan tersebut.

Salah satunya, Rinda, siswi SMK Negeri 3 Samarinda. Dengan mata berbinar, ia bercerita bagaimana bantuan PIP membuatnya bisa membeli perlengkapan sekolah baru. “Saya sangat bersyukur karena bantuan ini meringankan beban keluarga,” ungkapnya.

Hal senada dirasakan Septi, seorang wali murid yang hadir mendampingi anaknya. Ia mengaku bantuan ini bukan hanya meringankan biaya, tetapi juga menambah semangat belajar anak-anak. “Program ini sangat membantu orang tua. Anak-anak juga jadi lebih giat belajar karena merasa diperhatikan pemerintah,” katanya.

Bagi para guru, kegiatan ini juga membuka wawasan baru. Walid, guru SDN 007 Sungai Pinang, menyebut sosialisasi ini sangat bermanfaat. “Kini guru lebih memahami mekanisme penyaluran dan bisa mendampingi siswa agar tidak kesulitan saat mencairkan bantuan,” ujarnya.

Menutup acara, Hetifah kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal PIP agar tepat sasaran. Baginya, pendidikan adalah tiket masa depan yang tidak boleh dirampas oleh keadaan ekonomi.

“Pendidikan adalah hak semua anak bangsa, dan itu yang harus kita perjuangkan bersama,” tegas Hetifah, disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Hari itu, di antara riuh rendah anak-anak dan senyum penuh harapan orang tua, PIP bukan sekadar program bantuan. Ia menjelma menjadi jembatan menuju mimpi, agar setiap anak di Kalimantan Timur, bahkan di seluruh Indonesia, bisa melangkah lebih jauh tanpa terbebani biaya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *