Menteri HAM Natalius Pigai Akan Cek Dugaan Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Area Kampus di Bandung

Gambar saat ini: Foto: Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Sumber: Istimewa.
Foto: Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyatakan akan menindaklanjuti laporan dugaan aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Senin (1/9/2025) malam.

Pigai mengatakan, Kementerian HAM telah menerima sejumlah informasi dengan berbagai versi. Untuk memastikan kebenarannya, ia menegaskan akan turun langsung memeriksa ke lapangan.

“Oleh karena itu, Kementerian HAM akan cek di lapangan, apakah benar bahwa penegak hukum memasuki wilayah kampus yang menjadi bagian dari domain kebebasan akademik,” kata Pigai dalam konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2025).

Ia juga menekankan, jika terbukti aparat masuk ke area kampus dan menembakkan gas air mata, maka tindakan tersebut harus diproses sesuai hukum.

“Andaikan benar dipastikan bahwa ada aparat penegak hukum memasuki wilayah kampus, maka kami meminta institusi penegak hukum untuk memberikan atau melakukan proses hukum terhadap mereka yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Pigai menambahkan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kebebasan akademik sebagai bagian penting dalam kebijakan pemerintah.

Peristiwa yang menjadi sorotan ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung. Sebanyak 12 mahasiswa dilaporkan pingsan setelah terkena gas air mata, bahkan asap gas sempat masuk ke area kampus Unpas dan Unisba. Para mahasiswa yang pingsan langsung dievakuasi ke dalam gedung kampus, sebelum massa membubarkan diri pada Selasa dini hari.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika aparat bersama TNI menggelar patroli di beberapa titik. Di Jalan Tamansari, petugas menemukan tumpukan batu, kayu, serta ban terbakar.

Menurutnya, sejumlah pihak diduga sengaja melakukan provokasi dengan mundur ke dalam kampus untuk memancing aparat. Bahkan, kata Hendra, kelompok anarko diduga melempar bom molotov dari dalam Kampus Unisba.

“Petugas akhirnya melakukan tindakan yang dianggap terukur dengan menembakkan gas air mata ke jalan raya. Asap yang masuk ke kampus itu bukan karena kami menembakkan ke dalam, melainkan tertiup angin,” jelas Hendra. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *