Kajian Naskah Akademik Kebutuhan Pangan Perlu Dilakukan

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Suwanto.

BALIKPAPAN – Terkait kebutuhan pangan Kota Balikpapan, DPRD Balikpapan bakal melakukan kajian akademik. Sebut Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Suwanto hampir 99 persen kebutuhan pangan dan bahan pokok (Bapok) Kota Balikpapan didatangkan dari luar pulau daerah.

“Kenapa salah satunya menjadi tantangan, beras pun tidak punya, 99 persen kita datangkan dari luar. Sehingga kita akan melakukan kajian naskah akademik terkait ini,” ungkapnya, Kamis (9/11/2023).

Jelasnya lagi, dampak dari fenomena El Nino, seperti juga curah hujan, gelombang air laut, menjadi catatan, dan berpengaruh jika pasokan dari luar daerah tidak datang. Tentu saja Kota Balikpapan akan kewalahan dan harga langsung meningkat.

“Inilah keberagaman dari kota kita yang tidak memiliki pertanian yang cukup,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar membenarkan kondisi tersebut. Bahkan diperkirakan bakal tumbuh dan berkembang ditambah dengan proyek strategis nasional hingga isu yang akan dibawa oleh ketiga Calon Presiden (Capres), baik penduduk maupun kebutuhan pangannya.

“Karena itu, Pemkot Balikpapan harus menjadikan skala prioritas terkait kajian akademik khususnya di bidang pangan. Ini yang paling pokok karena kebutuhan dasar kita adalah di pangan,” sebutnya.

Ia mengungkapkan dalam kajian tersebut, dirinya akan mendorong gudang induk itu harus ada di Balikpapan. Ini seperti di Ibu Kota Negara DKI Jakarta, Food Station Tjipinang.

“Jadi ada semacam pergudangan beriman, gudang yang besar, luas dan dilengkapi dengan fasilitas lainnya.  Sehingga nanti setelah kerja sama antar daerah penghasil, kebutuhan pangan kita aman,” serunya. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *