
Kaltimedia.com, Samarinda – Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Samarinda berlangsung meriah dengan ratusan peserta karnaval yang memenuhi Taman Samarendah.
Namun, kemeriahan itu juga menyisakan catatan teknis lantaran masih semrawutnya kabel listrik dan fiber optik yang melintang rendah di sejumlah titik.
Situasi tersebut membuat beberapa peserta, termasuk mobil hias, harus menyesuaikan kreasi mereka agar tidak tersangkut kabel. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tata kelola infrastruktur perkotaan masih perlu pembenahan.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah menegaskan bahwa Pemkot Samarinda sudah memiliki wacana menyalurkan kabel listrik melalui jalur bawah tanah.
Menurutnya, langkah ini penting agar wajah kota lebih tertata, sekaligus mengurangi risiko keamanan di jalanan.
“Dari Pemkot sendiri memang sudah ada wacana alur listrik bawah tanah. Tetapi tentu masih perlu kajian matang, baik dari pendanaan maupun operasional, supaya tidak memberatkan APBD,” ujar Helmi, Minggu (23/8/2025).
Helmi juga menyampaikan, dengan semangat dan kreativitas masyarakat pada perayaan kemerdekaan kali ini tetap patut diapresiasi. Lebih dari 200 lembaga ikut serta, menjadikan suasana jauh lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Harapan kita, ke depan wajah kota makin tertata, sehingga event besar bisa berjalan lebih nyaman tanpa kendala teknis,” harapnya.
Sementara itu, Asisten II Sekda kota Samarinda, Marnabas Patiroy, juga membenarkan bahwa rencana tersebut sedang dikaji. Fokus utama diarahkan pada jalan-jalan besar yang menjadi pusat aktivitas dan etalase kota.
“Tentu harus dihitung secara detail. Program ini butuh perencanaan menyeluruh, baik soal anggaran maupun teknis pelaksanaan,” jelasnya.
Meski masih tahap kajian, wacana kabel bawah tanah ini dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang. Selain mempercantik kota, juga memberi keamanan bagi warga serta mempermudah kegiatan besar seperti karnaval. (Adv/Df)



