
Kukar, Kaltimedia.com — Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Markas Yonif 611/Awang Long di Jalan Soekarno Hatta, KM 2,5, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Sebanyak 555 prajurit kembali dari penugasan selama sembilan bulan di Papua dan disambut langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.
Pasukan ini merupakan bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional (Satgas PAM Obvitnas) PT Freeport Indonesia. Selama penugasannya, mereka menjalankan misi pengamanan kawasan pertambangan strategis tersebut dengan penuh dedikasi dan disiplin tinggi.
Dalam sambutannya, Mayjen Rudy menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena seluruh personel kembali dengan selamat dan lengkap, sama seperti saat diberangkatkan. Hal ini, menurutnya, mencerminkan keberhasilan misi dan sekaligus menjadi bukti kuat bahwa para prajurit telah menjalankan tugas negara dengan baik.
“Hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Yang paling membanggakan adalah kalian kembali dalam jumlah yang sama seperti saat berangkat. Itu bukti kalian melaksanakan tugas dengan baik dan disiplin,” ungkap Pangdam, Sabtu (2/8/2025) kemarin.
Selama menjalankan misi di Papua, tidak ada catatan pelanggaran, termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini mendapat apresiasi tinggi dari Pangdam, yang menyebut bahwa integritas dan profesionalisme para prajurit telah membawa nama baik bagi Kodam VI/Mulawarman.
“Saya tidak mendengar ada hal-hal yang merugikan atau catatan negatif selama kalian bertugas. Itu sangat membanggakan bagi seluruh jajaran Kodam VI/Mulawarman,” tambahnya.
Pangdam juga berharap semangat dan kinerja baik yang ditunjukkan pasukan Yonif 611/Awang Long dapat menjadi contoh bagi satuan lainnya, khususnya Yonif 613 yang tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan penugasan ke Papua pada bulan depan. Saat ini, Yonif 613 sedang menjalani latihan pratugas di Pulau Jawa sebagai bentuk persiapan akhir.
Menutup arahannya, Mayjen Rudy menginstruksikan seluruh prajurit yang baru kembali untuk segera beradaptasi kembali di satuan induk, melakukan konsolidasi, dan menjadikan pengalaman penugasan sebagai bekal evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme di masa mendatang.
“Tegakkan kembali disiplin dan norma keprajuritan dalam setiap kegiatan. Lakukan inventarisasi dan laporan secara akurat,” tegasnya.
Kegiatan penyambutan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga simbol penghargaan atas dedikasi para prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah-wilayah dengan objek vital strategis seperti PT Freeport Indonesia. (Rfh)
Editor: Ang





