
BALIKPAPAN – Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Balikpapan sepanjang 2024 menjadi perhatian serius. Hingga pertengahan Desember, angka kasus mencapai 1.465, melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 1.019 kasus. Tingginya curah hujan sepanjang Desember disebut menjadi faktor utama percepatan perkembangan nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati, menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk.
“Pencegahan utama bukan hanya dengan fogging, tetapi melalui gerakan bersama membersihkan lingkungan dan edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya, Selasa (24/12/2024).
Dinkes Balikpapan menggencarkan program kerja bakti massal di seluruh kecamatan untuk membersihkan potensi sarang nyamuk. Warga juga dianjurkan untuk memanfaatkan abate, membersihkan penampungan air, serta mengeliminasi barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Langkah seperti memelihara ikan pemakan jentik dan memantau perkembangan jentik melalui program Jumantik juga sangat efektif,” tambah Alwiati.
Balikpapan Tengah menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, dengan mayoritas korban adalah anak-anak. Hal ini mendorong keterlibatan sekolah dalam kampanye kebersihan lingkungan untuk melindungi kelompok rentan.
“DBD di Balikpapan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur. Ini peringatan agar kita semua bergerak bersama demi menekan angka kasus,” kata Alwiati.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Balikpapan berupaya memastikan lingkungan tetap sehat dan aman dari ancaman nyamuk DBD. Edukasi, pembersihan lingkungan, dan pengawasan jentik menjadi fokus utama untuk memutus rantai penularan, terutama di musim penghujan.
Dengan kerja sama semua pihak, Balikpapan berharap dapat menurunkan angka DBD dan mencegah dampak yang lebih buruk di masa depan. (KM2)





