
Gelandang serang Borneo FC Rosembergne Da Silva (Berguinho) berebut bola dengan bek PSM Victor Luiz pada pertandingan. Liga 1 pekan ke 12 di Stadion Batakan Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Senin (2/12/2024). (Sumber foto: Borneo FC)
SAMARINDA – Borneo FC meraih dua kekalahan beruntun. Setelah dikalahkan Persib, Pesut Etam dikalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0 di Stadion Batakan, Balikpapan, Senin (2/12/2024). Pesut Etam takluk dari Juku Eja dengan skor 1-0. Menurut pelatih Borneo FC Pieter Huistra, kekalahan kedua beruntun ini segera dievaluasi.
Di mana beberapa pemain mereka dipanggil Timnas Indonesia. Terlebih di sektor tengah yang menjadi nyawa Borneo FC berkurang. Itu dikarenakan Rivaldo Pakpahan dipanggil timnas senir untuk persiapan ASEAN Cup mendatang.
“Rivaldo bermain sebagai starter dengan kami, tapi saya rasa Hendro juga menunjukkan bahwa dia juga bisa bermain di posisi itu dan seperti Kei yang juga bermain di posisi itu. Kami mempunyai cukup banyak pemain yang bisa keluar masuk dan harus masuk sekarang. Karena untuk pertandingan mendatang akan ada 6 pertandingan dan saat ini akan ada banyak pertandingan dengan waktu yang padat,” katanya.
Atas hasil buruk ini, Borneo segera berbenah. Sebab, timnya harus menghadapi PSIS Semarang di Stadion Batakan, Jumat (6/12). Kemenangan wajib diraih Pesut Etam untuk menjaga jarak dengan Persebaya dan Persib di papan atas klasemen Liga 1.
“Jadi kami harus dengan cepat melakukan evaluasi di bulan ini dan mempersiapkan diri untuk pertandingan mendatang. Dan pertandingan mendatang adalah pertandingan kandang di Balikpapan melawan PSIS Semarang,” tandasnya.
Meskipun hasil melawan PSM Makassar ini sangat mengecewakan, Borneo FC mengaku puas dengan keputusan wasit di lapangan.
“Di babak pertama 9 menit, di babak kedua 10 menit dan mungkin bisa 12 atau 20 menit saya rasa. Tapi saya menyukai wasit melakukannya. Saya harap semua wasit bagus karena itu menunjukkan image yang buruk untuk sepakbola Indonesia. Jadi ini adalah komplimen yang ingin saya berikan ke mereka (wasit),” ucap Pieter Huistra. (pry)



