
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Progres pengerjaan proyek terowongan yang akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap di Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir oleh Pemerintah Kota Samarinda terus berjalan.
Proyek yang digencarkan sejak tahun 2024 ini, bertujuan untuk pemecah kemacetan di kawasan Jalan Sultan Alimuddin (Gunung Manggah) dengan anggaran sebesar Rp 395 Miliar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Budy Santoso melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga, Rezky Samudra Aprilyan mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mencapai 45 persen dari keseluruhan pekerjaan yang ditargetkan tuntas tahun 2024.
“DPUPR Samarinda terus bersinergi bersama pelaksana dan konsultan dalam pengerjaan terowongan agar dapat rampung tepat waktu,” tuturnya pada Jum’at, (3/5/2024) malam.
Pihaknya berencana melakukan percepatan pekerjaan dengan menambahkan satu set alat (Tunnel Boring Machine) dari sisi outlet Jalan Kakap.
“Diharapkan dengan itu kami dapat mencapai target waktu pekerjaan. Rencana untuk mulai kegiatan penggalian di sisi outlet dimulai dari tanggal 10 Mei, lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Terkait kendala dalam pekerjaan, pihaknya meyakini dengan proyek rancang bangun (design and build) segala sesuatu dapat dikaji serta meminimalisir kendala yang ada.
“Kendala sejauh ini lebih pada cuaca, dengan perencana dan pelaksana menjadi satu (Design and Build), jadi segala sesuatu di lapangan bisa dikaji langsung dan diputuskan secepat mungkin,” terangnya.
“Karena terowongan ini kompleks, kita bekerja 24 jam tidak bisa ditinggal atau libur. Hal ini juga untuk meningkatkan progres,” sambungnya.
Sementara untuk ketersediaan material, diharapkan tidak menjadi kendala kedepannya. Mengingat bahwa saat ini kebutuhan beberapa material seperti beton banyak dibutuhkan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Pihaknya juga menyiapkan material lokal dengan pengujian sesuai standar, hal ini dimaksudkan agar tidak ketergantungan pada produsen beton luar kota tanpa mengurangi standar mutu yang telah ditentukan.
“Diharapkan vendor-vendor lokal (Beton dan ready mix) bisa mencapai target kualitas yang sudah kami tentukan dengan pengujian-pengujian laboratorium,” ucapnya.
Rezky mengatakan, melalui quality control yang ketat diharapkan turut menunjang kualitas bahan yang digunakan. Karena jika terlalu over load, kualitas bahan dikhawatirkan akan terdampak.
“Mengingat bahwa terowongan memiliki kompleksitas dan risiko yang tinggi, jadi concern kami pada kualitas serta pengujian untuk bahan-bahan dalam pemenuhan standar yang telah ditentukan,” tutupnya. (As)





