Venue Latihan Atlet Sepatu Roda Kaltim Kurang Nyaman

Venue Latihan Atlet Sepatu Roda Kaltim Kurang Nyaman

SAMARINDA – Sudah lebih 2 bulan atlet cabor Sepatu Roda sudah menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di Samarinda, guna mematangkan segala persiapannya menghadapi PON ke-21 di Aceh dan Sumut mendatang.

Salah satu atlet Sepatu Roda Kaltim yang kini tengah giat menjalankan program tersebut yakni Evan Christian. Di mana Evan sendiri mengaku saat ini program dijalaninya dengan baik tanpa hambatan.

“Sampai dengan hari pertama hingga hari ini berjalan dengan baik dan sepatu roda bisa berlatih dengan lancar,” ucap Evan.

Hanya saja ada beberapa kendala yang dihadapinya selama masuk tahapan pemusatan yakni venue atau lintasan yang dipakai untuk latihan di jalur GOR Kadrie Oening yang kurang nyaman dilintasi Ia bersama roller lainnya.

“Kendalanya memang utamanya fasilitas lapangan, venue kami yang sebenarnya sangat tidak memenuhi standar tapi untung lah masih bisa dipakai dengan adanya lapangan parkir di GOR Kadrie Oening cuma kalau ada acara kami gak bisa latihan karena sudah ranahnya untuk umum juga,” katanya

Lebih lanjut, Evan menerangkan secara umum melihat fasilitas yang disediakan oleh panitia Pelatda KONI Kaltim, dirinya terfokus terhadap konsumsi atau asupan makanan yang diberikan sehari-hari.

Hanya saja untuk fasilitas lainnya, menurut Evan sudah bagus, bahkan sangat memuaskan baginya.

“Kalau dari tempat terutama penginapan itu sangat memuaskan, akomodasi seperti transport tidak ada kendala sampai hari ini, memang pandangan saya secara pribadi yang perlu dikoreksi mengenai konsumsi terutama atletnya di makanan itu paling sering menunya monoton,” ujar Evan.

Ia menyebut asupan makanan yang diberikan setiap hari ini kebanyakan gorengan, yang di mana tubuh seorang atlet baginya tidak bagus jika mengkonsumsi makanan yang terlalu berminyak.

“Kemudian terlalu sering berminyak dan pedas jadi saya yang ngalamanin harus mikir karena goreng-gorengan dan minyak lagi gitu. Bukannya tidak bersyukur cuma secara apa yang di makan cukup variatif cuma gorengannya terlalu banyak,” katanya menerangkan.

Dari 10 orang yang akan bertanding di PON mendatang, 2 diantaranya merupakan roller eks PON Papua, sedangkan 8 lainnya masih junior atau dalam artian perdana turun di ajang multi event nasional 4 tahunan ini.

Di mana Evan menyebutkan adik-adiknya ini tidak terlalu dibebankan untuk mengejar target medali, hanya saja melalui proses pemusatan ini akan terlihat pada hari pelaksanaan pertandingan nanti. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *