
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Bertempat di Taman Bebaya Jalan Slamet Riyadi Samarinda, Agenda Pembukaan Festival Mahakam (Fesma) 2023 yang dilaksanakan oleh Disporapar tersebut disambut meriah oleh masyarakat Kota Samarinda, Jumat (24/11/2023) malam.
Acara ini dibuka langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Ini adalah Fesma yang ke 22 untuk tahun 2023, kita akan terus konsisten melaksanakan ini, karena Fesma ini sudah tercatat di kementrian pariwisata dan Ekraf sebagai event tahunan bagi Pemkot dan sudah tercatat sebagai agenda nasional,” ungkap Andi Harun.
Sebutnya, Fesma ini menjadi sarana dalam merawat, menggali, dan mempromosikan Sungai Mahakam sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Samarinda. Tidak hanya sekedar seni dan budaya, festival ini mengadakan kolaborasi untuk merubah sektor-sektor lainnya, seperti kebersihan dan fasilitas publik.
“Saya meyakini untuk membangun karakter bangsa paling efektif adalah lewat budaya dalam era modern, tantangan hadir dengan perubahan budaya, tetapi IKN (Ibu Kota Negara) bisa memacu kebangkitan budaya daerah jika didukung oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
“Sungai Mahakam merupakan saksi sejarah Kota Samarinda, yang menggambarkan keberagaman budaya yang kaya. Identitasnya sebagai Kota sungai diperkuat saat Ir Sukarno mendarat di Sungai Mahakam pada 16 September 1950. Ini bukan sekadar sejarah, tapi pondasi peradaban yang terus tumbuh di Samarinda,”sambungnya.
Harapannya dengan melestarikan warisan budaya ini kemudian dapat menjadi sebuah peluang pada sektor pariwisata yang mampu bersaing bahkan hingga di mancanegara.
“Dalam upaya melestarikan warisan budaya, kita dapat mencontoh Jepang dan Korea Selatan yang maju melalui desain kebudayaan. Dengan Festival Mahakam, Samarinda memiliki peluang untuk menjadi katalisator perubahan holistik, melibatkan semua potensi yang dimiliki,” terangnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung festival ini dengan kolaborasi yang baik bersama-sama, serta mengajak semua pihak seperti Perbankan, non Bank, BI, Pihak Swasta, untuk bersama-sama membangun sektor (UMKM) Usaha mikro kecil menengah.
“Ini bukan hanya tentang melestarikan budaya, tapi juga menciptakan perubahan positif dalam berbagai sektor,” pungkasnya. (As)





