
SAMARINDA, KALTIMEDIA.COM – Pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) sedang berjalan. Pembangunan IKN tak hanya menyedot anggaran yang besar saja. Namun menyedot tenaga kerja untuk membangun IKN. Terkait serapan tenaga kerja mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji.
Menurutnya, sekitar 16 ribu tenaga kerja yng membangung IKN mayoritas berasal luar Kaltim. Untuk itu, dia meminta kepada Komisi IV DPRD Kaltim membentuk Satgassus Tenaga Kerja (Naker) Konstruksi Pembangunan IKN. Tujuannya agar pekerja lokal tidak diabaikan dan ikut bergabung dalam pembangunan IKN.
“Pemerintah Pusat sudah sangat tidak menghargai tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek konstruksi IKN, buktinya para tenaga kerja tersebut tidak satupun berasal dari Kaltim umumnya dan Kukar khususnya karena Kukar juga bagaian dari IKN,” ujar Seno Aji, Kamis (10/8/2023).
Dia mengaku kecewa. Karena sejak awal dia mengingatkan agar pemerintah pusat untuk merekrut tenagar kerja lokal sebesar 60 persen.
“Saya sangat kecewa dengan pemerintah pusat, karena sejak awal direncanakannya pemindahan ibu kota negara ke Kaltim, ia sudah memawanti wanti agar merekrut naker lokal kurang lebih 60 persen,” kata Seno.
Menurut Seno Aji, Satgassus Tenaga Kerja (Naker) Konstruksi Pembangunan IKN tugasnya nanti memonitor para Naker di IKN. Sekaligus menghitung berapa Naker lokal dipakai kontraktor dan berapa yang berasal dari luar Kaltim. Kemudian mendesak agar komposisinya jadi 60 persen tenaga lokal Naker lokal dan 40 persen dari luar Kaltim.
“Satgassus Komisi IV nanti akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kaltim, tujuannya mengkontrol baik sehingga dalam pembangunan proyek konstruksi IKN tersebut melibatkan 60 persen tenaga kerja lokal dan 40 persen tenaga kerja luar,” pungkasnya. (adv/pry)



