Cegah Anak Putus Sekolah, Kadiskbud Kukar temukan 100 Kasus

Ilustrasi.

Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menemukan 100 kasus anak putus sekolah. Dimana kasus tersebut dialami di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melihat kasus tersebut cukup tinggi di wilayah Kukar, dirinya pun meminta kepada pihak sekolah untuk memonitor serta melakukan pencegahan dalam menekan angka kasus tersebut.

“Ada 100 kasus yang kami temukan di tingkat SMP,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (15/3/2023) pagi.

Kemudian, dirinya menuturkan pihak sekolah dapat dengan mudah dalam mendeteksi anak yang hendak putus sekolah, dan ini merupakan komitmen bersama dalam menangani kasus tersebut.

“Bisa dilihat dari jumlah peserta didik yang daftar, kemudian ketika naik kelas sisa berapa dan itu bisa ditelusuri kenapa mereka tidak naik kelas,” tutur pria yang akrab dipanggil Thauhid Afrilian Noor.

Selain itu, pihaknya juga menemukan faktor lain mengapa anak-anak tersebut putus sekolah. Yaitu karena kemiskinan, tidak termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, menikah muda dan hamil muda, serta korban pelecehan seksual.

“Kebanyakan karena pupusnya semangat untuk kembali ke sekolah,” ungkapnya.

Pihak pemerintah pun, telah berkomitmen untuk mencegah anak putus sekolah dengan menyediakan beasiswa pendidikan Kukar Idaman. Dan mengajak para tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas mereka.

“Jika ada keluarga miskin, maka akan ditanggulangi dengan dana BOS. Kemudian pemerintah ada program 1.000 guru sarjana, dan ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *