Hilangkan Konotasi Negatif, Kesbangpol Dorong Ormas Melek Digital

Hilangkan Konotasi Negatif, Kesbangpol Dorong Ormas Melek Digital.

BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mendorong Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Balikpapan, agar bisa melek terhadap digital atau dunia IT.
Hal ini untuk interes syarat kepengurusan izin Ormas, yang pada zaman sekarang sistem pelayanan terpadu Ormas, berbasis serba digital atau online.

Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong dengan melakukan upaya berupa mengadakan pelatihan digitalisasi.

“Sehingga, besar harapan saya, ketika ada pelatihan terkait digitalisasi, teman-teman Ormas bisa menugaskan satu orang administatornya yang mengerti tentang komputer atau teknologi lah atau basis digitalisasi itu,” ujarnya dalam acara seminar pembuatan kelembagaan Ormas, di Ballroom MaxOne Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/2/2023).

“Jadi bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena zaman sekarang, kita tidak bisa lagi bicara tentang Ormas yang sifatnya hanya mengandalkan tenaga fisik saja,” tuturnya.

Apalagi, kata Adwar, dengan image Ormas yanh selalu dipandang negatif oleh masyarakat.

“Kadang-kadang konotasinya masih tanda kutip negatif. Maka dari itu bagaimana kita bisa menghilangkan branding negatif tersebut,” pungkasnya.

Dengan mendorong dalam tupoksi Kesbangpol, terhadap peran Ormas bisa sejalan dengan masa pembangunan daerah. Dalam artian, Ormas bisa turut berperan serta di dalam pembangunan Daerah.

“Supaya tidak tertinggal juga, roda pembangunan kita bisa lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Kesbangpol juga mengimbau kepada Ormas untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024.
Pasalnya, partisipasi masyarakat dalam Pemilu masih rendah.

Sehingga, gelaran seminar juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi Pemilih. Serta mendukung sukses dalam Pemilu serentak pada tahun 2024.

Adwar mengungkapkan, jumlah partisipasi masyarakat Balikpapan di Pemilu 2019 sebesar 82 persen. Kemudian pada pemilihan Kepala Daerah lebih rendah yakni hanya 60,13 persen.

Untuk itu, Adwar berharap agar partisipasi masyarakat khususnya Ormas di dalam Pemilu itu lebih aktif.

“Kami berharapan Pemilu 2024 bisa tembus sampai 90 persen, kemudian di Pilkada bisa tembus sampai 78 persen atau di atas 76 persen lah,” ucapnya. (Pry/adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *