
Samarinda, Kaltimedia.com – Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kalimantan Timur (Kaltim) bekerjasama dengan Perempuan Lintas Agama (PERLITA) FKUB Kaltim mengadakan kegiatan Talk Show Mencegah Stunting Menuju Generasi Kuat dan Cerdas. Kegitan tersebut berlangusng di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (24/9/2022) lalu.
Acara bincang-bincang tersebut turut menghadirkan empat orang narasumber yakni Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Dr. Dr. Nataniel Tandirogang, M.Si, Kepala Dinas KP3A Kaltim Noryani Sorayalita, KPRK MUI Kaltim Dr. Hj. Siti Shogirah, M.Ag, dan perwakilan Perlita FKUB Kaltim Dr. Sonja Verra T Lumowa, M.Kes.
Talkshow dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor dalam sambutannya Gubernur Kaltim menyambut baik digelarnya kegiatan talkshow cegah stunting garapan MUI dan FKUB Kaltim.
“Angka prevalensi Stunting pada tahun 2021 lalu berdasarkan data SSGI telah mencapai 22,8%, lebih rendah dari nasional 24,4%,” ujarnya, Minggu (6/11/2022).
Lebih lanjut dijelaskan Angka Stunting di Kaltim sudah berkurang hingga 6 persen. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kaltim berada di bawah rata-rata Nasional. Angka ini dapat terus mendukung suksesnya pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur khususnya Pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Kalimantan Timur.
Jaya berharap semua lini dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83% pada tahun 2024 sesuai target Pemprov Kaltim, sehingga diperlukan kerja keras secara bersama untuk mewujudkannya.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid menjelaskan, Ilmu Syariah dalam Islam ada dalam 5 kelompok, salah satunya adalah memelihara generasi penerus selanjutnya, termasuk pernikahan. Perkawinan berpengaruh pada generasi selanjutnya.
Dalam Al Quran Surah Annisa ayat 9 mengingatkan agar keturunan manusia jangan sampai lemah. Yang berpengaruh pada masa depan generasi penerus. Termasuk praktek pernikahan dini.
“Kultur Kawin usia dini, bisa berdampak pada pelemahan generasi penerus,” tutur Rasyid.
Nada yang sama pun diungkapkan oleh Kepala Dinas KP3A Kaltim Noryani Sorayalita, stunting yang dialami generasi penerus akan berdampak kepada masa depan negeri.
“Ini merupakan kewajiban kita bersama dalam mencegah para generasi penerus agar tidak terkena stunting,” pungkasnya. (titi)



