
SAMARINDA – Asprov PSSI Kalimantan Timur (Kaltim) sebelumnya telah membuka pendaftaran dalam pemilihan bakal calon ketua umum PSSI yang baru masa periode 2022-2026. Hanya saja, Minggu (22/05/2022), tim komite menyatakan bahwa akan kembali melakukan penjaringan dan penyaringan melalui surat edaran.
Padahal sudah ada 3 kandidat bakal calon (balon) yang mendaftar serta mengembalikan berkas, diantara yakni, Syafruddin Duntu, Agus Hari Kesuma, dan Andri Dauri Husain.
Menyikapi hal tersebut, sebagai salah satu bakal calon Andri Dauri atau biasa disapa Dandri Dauri berpendapat bahwa adanya indikasi kecurangan dalam proses verifikasi tersebut. Pasalnya salah satu persayarat balon yakni menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
“Saya melihat bahwasannya ketiga bakal calon tidak diloloskan mengingat adanya sinyal kecurangan, jadi ini lebih kepada curhatan saya. Kenapa saya bilang begitu, karena didalam persyaratan pencalonan kandidat ketua PSSI terdapat wajib melampirkan SKCK,” terangnya dalam konfrensi pers, Minggu (22/05/2022).
Dandri mengaku saat dirinya tengah mengurus SKCK tersebut, dirinya menanyakan kepada temannya yang mengurus surat tersebut ke kepolisian. Hanya saja selama proses pengembalian formulir, Ia memastikan tidak ada nama lain selain dirinya yang mengurus SKCK ini.
“Ketentuan SKCK itu dimaksudkan untuk persyaratan ketua PSSI. Info yang saya terima SKCK itu tidak ada diterbitkan selain nama saya, oleh karenanya tentu kita mempertanyakan terkait lampiran SKCK dari kandidat lain,” ujarnya.
Dandri sendiri merasa kecewa saat menerima surat yang Ia dapatkan dari tim verifikasi mengenai tidak lolosnya ketiga balon ini untuk maju sebagai ketua PSSI Kaltim. Bahkan dengan pernyataan tersebut, membuat tim komite akan segera melakukan penjaringan ulang.
“Saya meminta kepada pihak terkait dan berwenang bisa menyelidiki ini. Ini sebuah keganjilan yang terjadi, saya bisa melihat, bahkan anak SD pun bisa menganalisa. Kemudian kalau melihat surat yang ada, kongres ini akan dibatalkan. Nah, tahapan-tahapan yang disusun dalam beberapa hari ini mau di apakan? Katakan saya gugur hari ini, tapi saya masih bisa memperjuangkan hak saya untuk banding. Tapi belum apa-apa kita sudah diberitahu untuk menunda kongres,” jelas Dandri.
Sesuai hasil rapat komite pemilihan PSSI yang dilakukan pada 19 Mei 2022 kemarin kepada ketiga bakal calon, telah menyatakan beberapa poin, yakni:
- Dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi sebagai calon Ketua Umum Asprov PSSI Kaltim.
- Keputusan ini disampaikan kepada seluruh anggota Asprov PSSI Kaltim dan dilaporkan kepada PSSI Pusat untuk dilakukan penundaan tahapan pelaksanaan kongres.
- Komite pemilihan akan melakukan penjaringan ulang bakal calon komite eksekutif Asprov PSSI Kaltim yang akan dijadwalkan kemudian.
- Surat keputusan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, Dandri akan mengambil langkah dalam menyikapi hal tersebut. Yang mana dirinya akan mempersoalkan hal tersebut ke ranah hukum agar bisa melihat pembuktian dari tim verifikasi soal SKCK.
“Mungkin nanti mengikuti langkah-langkah yang sudah diberikan. Hasil keputusan ini akan saya bawa ke ranah hukum sebagai insan yang mengetahui. Jadi ini yang harus kita lakukan bagaimana langkah-langkah ini bisa di pahami oleh semua pihak. Terlebih untuk persoalan SKCK, apabila kandidat lain mengurus hal itu maka saya ingin pembuktiannya dari tim verifikasi,” jelasnya.
Dandri kembali mengatakan jika terkait soal hasil verifikasi ini perlu adanya trnasparasi yang dilakukan.
“Yang jelas, komite Penjaringan bukan malaikat yang bisa mencabut nyawa dan menghantarkan seseorang jadi ketua PSSI Kaltim, tentu harus ada transparansi dan diketahui oleh publik. Katakan pun saya hari ini gugur tidak masalah, tapi ada upaya saya banding,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Ketua Asprov PSSI Kaltim, Syafruddin Duntu, mengaku jika dirinya sudah menerima hasil keputusan Komite Pemilihan tersebut.
Menurutnya, keputusan ini tentu diambil berdasarkan ketentuan yang ada, sehubungan dengan persyaratan yang mungkin belum dilengkapi.
“Untuk kelanjutan kongres sendiri, kami akan lakukan penjaringan ulang. Untuk waktunya, kami akan koordinasikan ini ke PSSI pusat lagi,” ucap Syafruddin.
Sementara itu, hingga kini masih belum ada konfirmasi lebih lanjut oleh Ketua Komite Kongres PSSI Kaltim, Tumenggung Udayana terkait gugurnya verifikasi ketiga bakal calon, saat dihubungi awak media. (dy)





