Tidak Ada Koordinasi, Perbasi Samarinda Soroti Kejuaraan Basket Piala Gubernur

Kejuaraan Basket Piala Gubernur

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berencana menggelar Kejuaraan Basket Piala Gubernur. Hal tersebut rupanya disorot oleh Pengkot Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Samarinda.

Perbasi Samarinda menilai panitia yang menghandle kegiatan tersebut tidak biasa mengerjakan kegiatan turnamen sebesar ini. Apalagi tidak ada berkoordinasi dengan Perbasi yang notabennya adalah induk organisasinya.

Ketua Pengkot Perbasi Samarinda, Nur Zaid, Minggu (14/11/2021) mengatakan tetap mengapresiasi atas inisiatif Dispora Kaltim. Namun tetap, Zaid menyayangkan pihak panitia yang dianggapnya tidak mengindahkan hal-hal normatif dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

“Sopan santun panitia ini yang kami pertanyakan. Jangan karena ini memakai frame Piala Gubernur, main tabrak saja. Kalau bicara aturan, apapun kegiatan dan tajuknya, setidaknya hal-hal normatif itu dilaksanakan. Suka atau tidak, olahraga ini kan ada induk organisasinya, standar minimalnya harus ada rekomendasi dari induk cabor,” jelasnya.

Meski diakuinya hal tersebut merupakan ranah dari Pengprov, namun sebagai pengurus cabor, Zaid merasa kecewa ketika hal normatif seperti ini tak diindahkan.

Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Pengprov yang menyebut memang belum ada permintaan rekomendasi dari event organizer atau panitia pelaksana.

“Kami tak ada tendensius bisnis dalam hal ini, karena harusnya panitia yang datang untuk meminta rekomendasi,” serunya.

Meski tak ingin membandingkan, namun jika berkaca pada panitia DBL, mereka jauh-jauh hari sudah melakukan komunikasi dengan Pengprov dan Pengcab selaku pemberi rekomendasi klub yang akan bertanding. Apalagi dari segi biaya pemdaftaran, ajang piala Gubernur ini disebut lebih tinggi dari event-event serupa.

“Karena dari panitia mengatakan bahwa kejuaraan ini tidak ada anggaran, maka dikenakan biaya pendaftaran,” ucapnya.

Tambahnya, meski tak mengajukan rekomendasi, namun dari panitia memang menghubungi terkait perangkat pertandingan. Hal ini seolah menempatkan Perbasi hanya sebagai pelengkap semata.

“Secara pribadi tentu kami menyambut baik kejuaraan ini, tapi dari panitia yang kami nilai tak bisa bekerja ini, kasihan dengan kejuaraan yang membawa nama piala gubernur ini,” tutupnya. (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *