Dewan Dorong PKK Maksimalkan Pengelolaan Industri Kuliner dan Tekstil Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah mendorong Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar memaksimalkan kreativitas kuliner maupun kreativitas tangan khas Kota Tepian. (im)

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah mendorong Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar memaksimalkan kreativitas kuliner maupun kreativitas tangan khas Kota Tepian.

Laila menyampaikan, bahwa Kota Samarinda memiliki ciri khas kedaerahan yang sangat banyak, mulai dari kuliner hingga motif pakaian yang sangat banyak.

“Kami mendorong ibu-ibu PKK agar selalu berinovasi dalam mengelola seperti batik khas Samarinda,” ucapnya Laila, di Gedung DPRD Samarinda, Selasa (9/11/2021).

Katanya, pengelolaan industri kuliner maupun industri tekstil rumah tangga perlu diakomodir serta didampingi oleh ibu-ibu PKK. Hasilnya nanti dapat difasilitasi oleh Pemkot Samarinda maupun badan usaha lainya.

“Sendainya nanti, ada kunjungan kerja dari luar daerah baik itu pejabat maupun wisatawan mereka bisa membeli produk daerah kita,” katanya.

Ia menambahkan, setiap lembaga organisasi pemerintah daerah (OPD) nantinya akan memajang atau membuka lapak disetiap kantornya, sehingga apabila ada pejabat yang akan berkunjung tidak jauh-jauh mencari souvenir atau belanja khas Samarinda baik itu kuliner dalam bentuk kemasan maupun pakaian bermotif khas Kota Tepian atau batik.

“Lembaga DPRD Samarinda juga, saya sudah memberikan usulan kepada Sekretaris Dewan, agar dapat menyiapkan lapak di kantor. Nanti ada kunjugan pejabat dari luar mereka bisa membeli langsung di kantor,” ungkapnya.

Politikus Perempuan dari PKB ia menambahkan, bahwa Pemkot Samarinda pun akan membeli produk dari hasil kreativitas ibu-ibu PPK, sehingga perputaran dan peningkatan ekonomi semakin membaik, otomatis peningkatan PAD pun akan naik juga.

“ Ibu-ibu PKK itu sudah lama terorganisir dan organisasinya jelas, gerakannya juga jelas, mulai tingkat pusat hingga ke RT, jadi maksimalkan sumber daya manusia yang ada untuk berkrativitas dalam memproduksi barang khas Samarinda,” tutupnya. (advertorial/im)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *