Komisi II Minta BPR Berbenah, Belum Ada Kontribusi Untuk PAD

Anggota DPRD Samarinda Komisi II, Novi Miranda Putri. (im)

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda Komisi II, Novi Miranda Putri meminta salah satu Perusahaan Daerah (Perusda) Samarinda yaitu Bank BPR agar secepatnya menyelesaikan permasalahan internalnya.

Novi mengatakan bahwa hal itu perlu dilakukan agar secepatnya terselesaikan. Karena jika hal itu berlarut-larut akan menimbulkan kinerja yang tidak sehat.

“Jika ini dibiarkan berlarut-larut saya bisa pastikan Perusda BPR ini tidak efektif dan bisa menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar,” ucapnya, di Gedung DPRD Samarinda, Selasa (9/11/2021).

Permasalahan yang terjadi ditubuh internal Bank BPR ini disebutnya juga sebagai kewenangan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dan Pemerintah harus secepatnya menyelesaikan sejumlah persoalan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Segera diselesaikan secara baik, agar ke depan tidak menimbulkan permasalahan yang sama sehingga Bank BPR ini, perlu memaksimalkan pelayanannya kepada nasabah, agar tidak terjadi lagi berbenturan dan berkonflik di internal,karena ini akan berpengaruh kinerjanya Bank BPR sendiri,” ungkap Novi.

Novi menyebutkan, permasalahan disana diketahui dari pengakuan pihak manajemen BPR pada saat pertemuan dan hearing antara pihak BPR bersama jajaran Komisi II DPRD Samarinda.

“Sangat banyak keterangan dari pihak BPR yang tidak sinkron antara satu dengan yang lainnya,” serunya.

Ia menjelaskan, setiap tahun BPR kerap disuntik dana segar, namun selalu saja mengalami kerugian setiap tahunnya. Ia pun merasa bingung, karena setiap kali disetujui penyertaan modal ke BPR, BPR selalu mengeluh lantaran mengalami kerugian.

“Saya merasa heran juga, pengelolaannya. Padahal pembiayaan UMKM itu jauh lebih bagus dan Bank BPR ini salah satu perusahaan plat merah hampir tidak ada subangsinya sama sekali terhadap pendapatan asli daerah (PAD),” jelasnya.

Politikus partai PAN menambahkan, bahwa program yang ditawarkan oleh pihak Bank BPR sama sekali tidak memiliki program yang unggulan dan inovatif. Sehingga meragukan jika disuntik dana segar.

“Pada saat paparan serta hearing beberapa kali, memang tidak ada program yang bisa menjanjikan meraup keuntungan banyak,” tutupnya. (advertorial/im)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *