Jangan Terlena dengan Energi Fosil, Isran Minta Kembangkan Energi Terbarukan

Gubernur Kaltim, Isran Noor. (pry)

SAMARINDA – Energi fosil masih menjadi andalan di Kalimantan Timur (Kaltim). Yap, mengapa tidak, tanah Kaltim banyak tersimpan batubara dan minyak bumi.

Namun, Gubernur Kaltim Isran Noor menilai jangan terlena dengan energi fosil tersebut, karena menurutnya sumber daya tersebut akan habis jika dikeruk terus menerus. Isran juga turut mengapresiasi langkah PLN Kaltimra yang berencana mengubah pembangkit listrik dari PLTU ke PLTA.

Karenanya Isran pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten / Kota untuk dapat beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

“Kita jangan merasa enak ada batubara, minyak dan gas. Itu habis, tunggu saja, habis itu,” serunya.

Sementara itu, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejak 2017-2019 Kaltim jadi Provinsi dengan penerimaan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi sektor pertambangan dan penggalian di Indonesia yakni Rp 215,2 triliun (2017), Rp 217,6 triliun (2018) Rp 233,8 triliun (2019).

Menurut Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat cadangan batubara di Kaltim tahun 2020, mencapai 4,6 miliar ton dari total cadangan 39,56 miliar ton di Indonesia dengan rincian cadangan terkira 18,41 miliar ton dan terbukti 21,15 miliar ton.

Jika merujuk data BPS Kaltim, kisaran produksi batubara di Kaltim sejak 2018 sampai 2020 antara 187 juta ton sampai 257 juta ton dari total produksi nasional 556 juta ton pada 2020 dan target 550 juta ton pada 2021.

Dengan angka produksi tersebut, jika dibagi dengan total cadangan, maka butuh waktu sekitar 20-an tahun lagi batubara di Kaltim dan daerah lain di Indonesia bakal habis sebagaimana prediksi Kementrian ESDM. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *