
Samarinda – Sekitar 80 persen bus yang melayani perjalanan diberbagai daerah di Kaltim mangkrak. Disampaikan oleh Ketua DPD Organda Kaltim, Ambo Dalle yang menyebut bahwa hal tersebut imbas dari larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah terhitung 6 – 17 Mei 2021.
“Lumayan banyak, 80 persen mangkrak. 20 persen yang bisa diharapkan untuk hidup masih bisa, dan itu yang tidak terdata. Manusia banyak mencari cara bagaimana bisa hidup,” ungkapnya.
Tambahnya, hal itu juga berimbas pada perusahaan transport, yang mendapatkan kerugian dalam penerapan larangan mudik tersebut.
“Rugi pasti, materi, tergantung menterjemahkannya,” serunya.
Ambo Dalle berharap kedepan kebijakan larangan serupa yang dikeluarkan Pemerintah bisa dikaji lebih dalam. Bahkan menurutnya dalam larangan tersebut harus ada keadilan didalamnya.
“Harusnya ada kelonggaran. Dampaknya itu yang harus dilihat. Kedepan diharapkan kebijakan seperti ini bisa dikaji ulang lah dilihat dari segala aspek. Sehingga ada yang namanya keadilan disitu. Umpama, setiap 10 hari, 2 hari boleh jalan,” jelasnya. (ar)



