Viral Dugaan Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh, Tiga Pengasuh Dipecat

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi Daycare. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi Daycare. Sumber: Istimewa.

Aceh, Kaltimedia.com — Kasus dugaan penganiayaan bayi di sebuah tempat penitipan anak di Banda Aceh menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV-nya viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 07.45 WIB.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pengasuh memperlakukan bayi secara kasar saat proses pemberian makan. Tindakan tersebut meliputi menjewer, menampar, hingga menarik anggota tubuh korban secara tidak wajar. Bayi tersebut juga tampak diangkat dan dijatuhkan, sementara tangisannya terdengar sepanjang kejadian.

Di lokasi yang sama, terdapat pengasuh lain yang tidak melakukan intervensi, sementara anak-anak lain di ruangan terlihat ikut menangis.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas.

“Benar, kejadiannya kemarin. Tiga orang sudah kami pecat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, tiga pekerja yang diberhentikan terdiri dari satu orang terduga pelaku dan dua pengasuh yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Satu pelaku dan dua orang yang berada di lokasi,” kata Husaini.

Menurutnya, sistem CCTV di daycare tersebut dapat diakses oleh orang tua, sehingga kejadian tersebut cepat diketahui. Manajemen juga langsung bergerak dengan menurunkan tim internal untuk menangani kasus ini.

Husaini mengaku telah bertemu langsung dengan orang tua korban dan menyampaikan permohonan maaf.

“Kami sudah bertemu dengan orang tua korban dan menyampaikan permohonan maaf. Saya orang pertama yang menyampaikan kejadian itu ke orang tua korban,” jelasnya.

Pihak daycare juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial resmi dan berjanji akan memperketat pengawasan ke depan.

Saat ini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *