Menteri PPPA Dorong Kolaborasi Demi Masa Depan Perempuan dan Anak

Foto: Peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Taman Bekapai. Sumber: Istimewa.

Balikpapan, Kaltimedia.com – Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Kota Balikpapan diwarnai dengan peresmian Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Taman Bekapai, Jumat (29/8/2025). Program ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, bersama jajaran Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA menyampaikan penghargaan kepada Pemkot Balikpapan yang konsisten mendukung kebijakan ramah perempuan dan anak. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada keterlibatan kedua kelompok besar tersebut.

“Perempuan menyumbang 49,5 persen populasi Indonesia, sementara anak-anak 38,5 persen. Artinya, hampir tiga perempat penduduk Indonesia adalah perempuan dan anak. Mereka bukan sekadar objek, tapi subjek penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Arifatul menuturkan, RBI hadir untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Selama ini, berbagai program di tingkat desa masih berjalan terpisah. Melalui RBI, semua elemen mulai dari BKKBN, tenaga kesehatan, hingga perangkat desa diharapkan dapat bergerak bersama.

“Jika lidi berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tidak maksimal. RBI ini akan menyatukan semua lidi agar mampu menyapu lebih bersih dan kuat,” katanya.

Menurutnya, RBI merupakan pengembangan dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Anak, yang kini diperkuat pendekatan kolaboratif serta berbasis kearifan lokal. Nama baru ini juga disetujui langsung oleh Presiden RI.

“Awalnya sempat bernama Ruang Bersama Merah Putih, namun atas arahan Presiden diputuskan menjadi Ruang Bersama Indonesia. Nama ini mencerminkan kebersamaan, gotong royong, serta semangat kolaborasi lintas sektor,” imbuhnya.

Menteri PPPA juga menyinggung pengalaman retreat kabinet di Magelang yang memperkuat sinergi antar-menteri. Dari pengalaman itu, Presiden menegaskan tidak ada kementerian yang bisa berjalan sendiri. Pesan inilah yang menjadi dasar spirit RBI.

Arifatul menutup sambutannya dengan ajakan menjadikan RBI sebagai gerakan sosial, bukan sekadar program formal.

“RBI adalah wadah kolaborasi, ruang untuk menyelesaikan persoalan dari akar rumput. Tujuan akhirnya jelas: meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak Indonesia,” tegasnya.

Dengan peresmian RBI di Balikpapan, kota ini diharapkan menjadi salah satu model percontohan implementasi program nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Pcm)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *