Ketua Komisi II DPRD Sebut Transmigrasi Tak Lagi Cocok, Samarinda Fokus Jadi Kota Perdagangan dan Jasa

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi

Kaltimedia.com, Samarinda – Program transmigrasi yang sempat kembali digalakkan oleh pemerintah pusat ke wilayah Kalimantan dianggap tidak memungkinkan untuk dijalankan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan bahwa wilayah kota Tepian saat ini telah cukup padat sehingga keterbatasan lahan menjadi alasan utama.

“Sekarang sudah nggak mungkin ada transmigrasi di Samarinda. Lahan sempit, tanah mahal. Dulu pernah ada di Gunung Kapur, Lempake, dan Makroman, tapi sekarang mau taruh di mana lagi?” katanya, Jumat (29/8/2025).

Menurut Iswandi, kondisi geografis Samarinda saat ini tidak lagi mendukung program transmigrasi. Kota ini justru lebih tepat diarahkan pada pembangunan sektor lain yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kalau bicara lahan, Samarinda sudah tidak punya ruang lagi untuk program itu. Jadi harus fokus pada keunggulan yang ada,” jelasnya.

Ia menilai, dengan posisi Samarinda yang berada di tengah Kalimantan Timur, arah pembangunan sebaiknya difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis perdagangan, jasa, dan sektor pendukung lainnya. Dengan begitu, kota bisa berkembang lebih cepat tanpa terbebani oleh keterbatasan ruang.

“Samarinda ini hub, penghubung antarwilayah. Jadi memang lebih cocok diarahkan untuk perdagangan dan jasa. Dari dulu pun sudah dikenal seperti itu,” tambahnya.

Selain perdagangan dan jasa, Iswandi juga melirik potensi disektor pariwisata yang juga perlu mendapat perhatian. Lanjutnya , wisata dapat menjadi penopang tambahan yang memperkuat daya tarik dan roda perekonomian kota.

“Kalau pariwisata kita dorong juga, maka Samarinda tidak hanya jadi kota dagang dan jasa, tapi juga tujuan wisata. Itu bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Df)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *