Syahariah Soroti Ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud dalam Paripurna DPRD Kaltim

Foto: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud, melontarkan kritik tajam atas ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam Rapat Paripurna ke-24 DPRD Kaltim yang digelar di Gedung B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (21/7/2025).

Dalam rapat tersebut, posisi Gubernur hanya diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Arief Muerdianto, bersama sejumlah kepala perangkat daerah.

Menjelang penutupan sidang paripurna, Syahariah menyampaikan keberatannya secara terbuka. Ia menilai absennya gubernur dalam forum penting seperti paripurna DPRD adalah bentuk pengabaian terhadap isu-isu strategis yang menyangkut masa depan masyarakat Kaltim.

“Forum paripurna bukan rapat biasa. Ini menyangkut isu pendidikan, perlindungan anak, hingga lingkungan hidup di 10 kabupaten/kota. Kehadiran kepala daerah menunjukkan keseriusan dalam menyikapi agenda rakyat,” tegas politisi Komisi IV tersebut.

Syahariah mengaku memahami bila gubernur berhalangan hadir, namun menurutnya perwakilan seharusnya diisi oleh pejabat setingkat wakil gubernur atau sekretaris daerah (Sekda), bukan hanya staf ahli.

“Ini soal etika pemerintahan dan penghormatan terhadap lembaga legislatif. Minimal hadir Sekda atau Wakil Gubernur, bukan staf ahli,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti rendahnya tingkat kehadiran sejumlah kepala dinas dalam forum resmi DPRD, yang dinilainya dapat melemahkan koordinasi dan akuntabilitas antar lembaga pemerintah.

“Kalau kepala daerah hadir langsung, dinamika diskusi akan lebih terbuka. Itu komitmen nyata terhadap rakyat,” ujar Syahariah.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menanggapi bahwa absennya Gubernur Rudy Mas’ud telah diinformasikan secara resmi. Gubernur diketahui mengikuti pertemuan virtual bersama Presiden RI terkait Program Koperasi Merah Putih.

“Secara aturan, gubernur memang berwenang menunjuk siapa pun sebagai perwakilan, termasuk pejabat setingkat staf ahli. Tapi kami tetap berharap ke depan perwakilan yang hadir bisa memberikan tanggapan langsung terhadap pembahasan-pembahasan di forum,” jelas Hasanuddin.

Meski hubungan keluarga antara Syahariah dan Gubernur Rudy Mas’ud menjadi perhatian publik, Syahariah menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan tidak bermuatan pribadi.

“Saya tidak punya urusan pribadi. Ini murni soal tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Kalau ada kebiasaan yang keliru, jangan kita biarkan berulang,” tegasnya. (rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *