
Paser, Kaltimedia.com – Musibah kebakaran kembali menggemparkan warga di Kelurahan Muara Komam, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Selasa dini hari (15/07/2025).
Sekitar pukul 03.55 WITA, kobaran api tiba-tiba muncul dan dengan cepat melahap deretan rumah warga di Jalan Pelampitan RT 09. Suasana yang semula hening berubah menjadi kepanikan ketika api mulai menjalar ke belasan rumah di kawasan padat penduduk tersebut.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Muara Komam merespons cepat laporan warga. Sekitar pukul 04.00 WITA, tujuh personel Damkar bersama staf kecamatan dan dibantu masyarakat sekitar, tiba di lokasi dengan membawa lima unit mobil pemadam, termasuk dua unit water tank.
Meski berhasil mengendalikan api dalam waktu dua jam hingga pukul 06.00 WITA, tantangan di lapangan tidaklah mudah. Jalan yang sempit akibat parkiran sepeda motor warga dan aliran listrik yang belum padam menjadi kendala serius bagi petugas. Abdul Latif, salah satu petugas Damkar yang berada langsung di lokasi, menyebut bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Lebih jauh, Abdul Latif mengungkapkan bahwa sistem penyediaan air untuk pemadaman di wilayah ini sangat minim.
“Tidak adanya hydrant di sekitar RT 09 memaksa petugas mengambil pasokan air dari PT Pertamina terdekat. Padahal, kawasan tersebut merupakan daerah permukiman padat yang sangat rentan terhadap bencana kebakaran,” katanya kepada awak media.
Kemudian, dirinya menjelaskan pihaknya sudah pernah mengusulkan untuk pemasangan hydrant ke PDAM, kendati demikian tak kunjung dipasang karena itu wewenangnya Dinas PUPR.
“Harusnya di Plampitan ini sudah ada hydrant, tapi sampai sekarang belum ada satu pun. Kami sudah pernah mengusulkan ke PDAM, tapi katanya itu wewenangnya Dinas PUPR. Permukiman di sini padat, dan ini bukan kali pertama kami minta bantuan soal hydrant,” jelasnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan setidaknya 18 rumah, dengan total 20 kepala keluarga dan 65 jiwa terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Saat ini, para korban sementara mengungsi di rumah warga yang tidak terdampak.
Abdul Latif berharap Pemerintah Kabupaten Paser dapat segera merealisasikan pengadaan hydrant di wilayah Muara Komam sebagai langkah antisipasi ke depan. Menurutnya, keberadaan hydrant sangat penting untuk mempercepat respons pemadaman dan meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran. (Dy)
Editor: Ang



