Minim Penerangan Jalan, Samarinda Dinilai Belum Siap Jadi Penyangga IKN

Foto: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Di tengah euforia pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sorotan tajam datang dari kota yang digadang-gadang menjadi salah satu penyangga utama: Samarinda. Pasalnya, persoalan mendasar seperti minimnya penerangan jalan masih menjadi keluhan serius warga, terutama saat malam hari.

Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono. Ia menilai, kurangnya lampu jalan bukan sekadar persoalan teknis semata, melainkan mencerminkan ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur dasar.

“Ini bukan sekadar soal lampu menyala atau tidak. Ini soal rasa aman masyarakat yang selama ini terabaikan,” kata Sugiyono, Selasa (15/7/2025).

Ia menegaskan, pencahayaan jalan yang memadai sangat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan publik, termasuk mendukung aktivitas ekonomi malam hari. Sugiyono mencontohkan dua titik rawan yang hingga kini masih gelap: Jalan DI Panjaitan dan Jalan Pangeran Antasari. Padahal, keduanya merupakan jalur penting dengan arus lalu lintas yang cukup padat.

Ironisnya, menurut Sugiyono, pembangunan di Samarinda justru lebih terpusat di kawasan kota dan proyek strategis, sementara wilayah pinggiran dan padat penduduk seperti dua jalan tersebut kerap luput dari perhatian.

“Pemerintah sering berbicara tentang kesiapan sebagai kota penyangga IKN. Tapi realitasnya, fasilitas dasar seperti penerangan jalan saja masih banyak yang gelap,” kritiknya.

Lebih lanjut, Sugiyono mengingatkan bahwa keberadaan lampu jalan bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan merupakan hak publik yang harus dijamin negara. Menurutnya, penerangan jalan menjadi simbol kehadiran negara di ruang publik.

“Lampu jalan itu wujud negara hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai warga merasa tinggal di kota besar tapi hidup dalam gelap,” tegasnya.

Ia pun mendesak agar persoalan ini segera menjadi agenda prioritas Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah kota. Sugiyono berharap, arah pembangunan di Samarinda ke depan bisa lebih merata dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya sebatas proyek simbolik. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *