
Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan kembali membuka akses pendaftaran bagi siswa yang sebelumnya tidak lolos dalam seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Kebijakan ini diambil untuk mengisi sisa kursi kosong yang masih tersedia di sejumlah sekolah negeri, khususnya yang berada di wilayah pinggiran kota.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan bahwa hingga 21 Juni 2025, masih terdapat sekitar 900 kursi kosong di SMP Negeri dan lebih dari 2.300 di SD Negeri.
“Mayoritas kursi kosong berada di sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari pusat kota,” kata Asli kepada awak media, Rabu (9/7/2025).
Adapun syarat untuk mengikuti pendaftaran ulang ini adalah calon peserta didik yang sebelumnya sudah mendaftar namun tidak lolos seleksi, tinggal tidak jauh dari sekolah tujuan, dan tidak sedang terdaftar di sekolah lain.
“Yang sudah diterima di sekolah lain tidak diperbolehkan pindah atau cabut berkas,” jelasnya.
Asli juga mengungkapkan bahwa sistem penerimaan siswa tahun ini mengalami sejumlah perubahan. Salah satunya adalah larangan bagi sekolah menambah kuota di luar jumlah yang sudah ditetapkan sejak awal.
“Kalau dulu sekolah bisa menyesuaikan kuota di tengah jalan, sekarang tidak bisa lagi. Kuota harus dirancang sesuai kapasitas sejak awal,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, seluruh sekolah telah diminta untuk memaksimalkan daya tampung agar distribusi siswa lebih merata.
Menurutnya, sebaran siswa yang lebih adil tak hanya akan menunjang akses pendidikan, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di pusat kota.
“Kalau tidak numpuk di sekolah-sekolah favorit, lalu lintas juga akan lebih tertata. Ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



