Produksi 1 Ton per Jam, Beras Cap Tugu Hasil Desa Loh Sumber Siap Bersaing di Pasaran

Produksi 1 Ton Per Jam, Beras Cap Tugu Hasil Desa Loh Sumber Siap Bersaing Di Pasaran.

Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Pemerintah Desa (PemDes) bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Purnama, agar meningkatnya sektor pertanian padi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di Desa Loh Sumber.

Kerjasama tersebut dalam hal pengolahan gabah menjadi beras. Antara keduanya kerjasama yang terbangun ini sudah berjalan sejak bebera tahun belakangan.

BUMDes Purnama juga telah memiliki pabrik pengolahan padi sendiri, dengan kapasitas kemampuan mengolah 1 ton per jam. Produksi beras yang dihasilkan petani Desa Loh Sumber diberi label dengan nama Cap Tugu.

Sudarmadji Kepala BUMDes Purnama menyebutkan, bahwa saat ini pabrik pengolahan beras tersebut dibantu oleh 2 orang karyawan dan memproduksi beras yang dihasilkan berkualitas cukup baik, serta dapat bersaing dipasaran.

Satu kilogramnya, beras Cap Tugu diberi harga Rp. 10 ribu per kilogram. “Ini baru tahap uji coba, nanti kalo sudah diresmikan akan ditambah jumlah karyawannya, dan tentunya produksi akan kami tingkatkan,” ucap Sudarmadji saat dikonfirmasi, Minggu (28/5/2023).

“Akan kami tambah lagi 3 unit, untuk memperkuat armada mesin pemanen, sehingga kedepan jumlahnya menjadi 7 unit,” sambungnya.

Selain itu, Sukirno Kepala Desa (Kades) Loh Sumber juga mengaku optimis. Beras Cap Tugu hasil desanya tersebut dapat bersaing dengan beras produk impor lainnya.

Untuk meningkatkan perekonomian para petani di Desa Loh Sumber, Sukirno tak ingin ada produk beras lain masuk ke desanya.

“Itulah yang menjadi pertimbangan kami selain tentunya kesesuaian program dengan pemerintah daerah, kami tidak ingin ada beras dari luar masuk disini, target kami bisa memenuhi kebutuhan beras kecamatan Loa Kulu, bahkan masyarakat Kukar” ungkapnya.

Dengan adanya pabrik itu, diharapkan mampu mengatasi semua permasalahan yang dialami oleh para petani. “Sebab, sejauh ini BUMDes membeli harga gabah dari petani diatas harga rata-rata,” pungkasnya.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *