
KUTAI KARTANEGARA – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.
Dalam mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui program Keluarga Peduli Kesehatan dapat menurunkan angka stunting. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kukar, mensosialisasikan RANS-PASTI.
Kepala Dinas P2KB Kukar, Adinur mengatakan, program ini diharapkan dapat mempercepat penurunan stunting.
“Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) yang telah disusun sebagai turunan dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah,” katanya, Jumat (4/11/2022).
Meskipun angka stunting di Kukar dari tahun 2019 turun menjadi 20,12 persen dan tahun 2020 menjadi 16,9 persen. Dirinya tak ingin berpuas diri, sehingga ia bersama dengan stakeholder lainnya terus melakukan upaya-upaya serta mencegah sejak dini.
“Tetap kita tidak ingin berpuas diri, semua berkat kerja keras dari semua kawan-kawan yang ada. Dan pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024,” ujarnya.
Wdesangah selaku penyuluh KB Kelurahan Loa Tebu, Tenggarong mengungkapkan, program percepatan penurunan angka stunting di Kukar selain RANS-PASTI yakni PIK Remaja.
“Kami melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada generasi muda, terutama pada anak-anak perempuan yang duduk di bangku SMP dan SMA,” tambahnya.
Kemudian, ia mengungkapkan di Kelurahan Loa Tebu, pihak puskesmas mendatangi sekolah-sekolah memberikan informasi dan penambahan darah hingga persiapan pernikahan.
“Targetnya memang anak-anak yang masih SMP dan SMA karena mereka harus mendapatkan informasi itu, sehingga kitab isa mendapatkan generasi yang bagus melalui PIK Remaja,” pungkasnya. (Anggo)





