
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Sebanyak 80 persen warga di desa Menamang Kiri merupakan petani kelapa sawit. Jainuddin Kepala Desa (Kades) tersebut mengatakan itu menjadi satu contoh bahwa desanya memiliki potensi yang cukup besar dalam sektor pertanian kelapa sawit.
Jainuddin menyebutkan tidak semua warga memiliki lahan pertaniannya sendiri dan untuk meningkatkan perekonomian, mereka bekerjasama dengan perusahaan sawit lainnya yang masih berada di wilayah Desa Menamang Kiri.
Kades Menamang Kiri menilai jika ditingkatkan, perkebunan sawit di desanya itu dapat membantu perekonomian warga serta menambah Pendapatan Asli Desa (PADes), dan perkebunan sawit yang dimiliki desanya terbilang berpotensi besar.
“Untuk penghasilan sawit dari satu kelurahan mencapai 300 ton, artinya potensi perkebunan sawit di desa kami cukup besar,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/5/2023).
Jainuddin mengaku dengan hasil 300 ton sawit setiap kali panen, diperlukan adanya pengembangan industri perkebunan sawit yang selama ini dikelola secara mandiri oleh desanya itu.
Nilai jual sawit di desanya juga diakui Jainuddin terbilang murah, yakni dikisaran harga Rp 1,7 ribu per kilonya.
Hal ini terjadi akibat, akses jalan menuju Desa Menamang Kiri yang belum baik dan perlu ada pembenahan infrastruktur, sehingga tengkulak dan Terima Beli Sawit (TBS) perusahaan membeli sawit warga dengan harga murah, akibat perlu biaya angkutan lebih.
“Dijual ke Tengkulak atau Terima Beli Sawit (TBS). Untuk harga jualnya terbilang lebih murah dari pasaran yang Rp.2,4 ribu perkilo,” ungkapnya.
Dirinya berharap dengan potensi yang ada, pemerintah bisa mendukung perkebunan sawit di Desa Menamang Kiri.
“Seperti memberikan bantuan yang dibutuhkan saat ini berupa bibit sawit, pupuk, dan jalannya,” tandasnya.



