Rahmad Mas’ud Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Taat Prokes

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membuka pameran bertajuk Gebyar UMKM Balikpapan tahun 2022 di Atrium Pentacity Mall, Jumat malam (11/11/2022).

BALIKPAPAN – Kasus positif Covid-19 di Balikpapan yang naik secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir perlu menjadi perhatian seluruh pihak, untuk kembali meningkatkan kewaspadaan dalam pengendalian kasus.

Masyarakat pun diimbau untuk terus taat terhadap protokol kesehatan (prokes), terutama dalam penggunaan masker saat beraktivitas.

Imbauan itu disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membuka pameran bertajuk Gebyar UMKM Balikpapan tahun 2022 di Atrium Pentacity Mall, Jumat malam (11/11/2022).

“Balikpapan masuk daftar (zona) merah lagi. Tapi masih bisa diatasi bersama. Tolong tetap taat protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut orang nomor satu di lingkungan di lingkungan Pemkot Balikpapan itu, status zona merah tidak berpengaruh pada kegiatan atau event di Balikpapan.

“Sejauh ini tidak mengurangi kegiatan kita. Tapi aapapun kebijakan pemerintah pusat harus kita taati bersama. Kita tetap taat prokes. Optimis pandemi cepat berlalu dan bisa diatasi bersama,” pungkasnya.

Akhir Oktober lalu, Kota Balikpapan kembali menyandang status zona merah Covid-19 bersama Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Penetapan ini setelah 3 kabupaten/kota ini mengalami peningkatan kasus secara signifikan selama 3 minggu terakhir, terkhusus Balikpapan saat itu terdapat 343 kasus positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, dari 343 kasus positif didominasi oleh kelompok pekerja lokasi yang melakukan pemeriksaan rutin.

“Minggu ke-41 terdapat 67 kasus, minggu ke-42 naik 100 persen jadi 138 kasus, dan minggu ke-43 naik lagi 200 persen menjadi 343 kasus,” ujarnya, 31 Oktober 2022 lalu.

Lebih lanjut Andi Sri Juliarty menjelaskan, dari 343 kasus positif tersebut, terjadi 3 kasus kematian. “Yang meninggal lansia. Mereka memiliki komorbid seperti asma dan jantung,” jelasnya.

Walau zona merah, Andi Juliarty memastikan Balikpapan masih berada di PPKM level 1. Ini berdasar dari beberapa indikator, seperti BOR RS dan angka rata-rata harian positif nasional serta kematian. (pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *