
Paser, Kaltimedia.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Paser menggelar Kongres Biasa sekaligus sosialisasi SIAP PSSI Paser atau Sistem Informasi dan Administrasi PSSI kepada seluruh klub anggotanya. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat KONI Paser, Kecamatan Tanah Grogot, Senin (22/6/2026).
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan administrasi sepak bola daerah agar seluruh klub dan pemain tercatat secara resmi dalam sistem yang terintegrasi hingga tingkat nasional.
Wakil Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur, Syafruddin Duntu, mengatakan Paser menjadi daerah ketiga di Kaltim yang melaksanakan sosialisasi sistem tersebut.
“Ada tiga hal yang harus dilaksanakan. Pertama, mengesahkan statuta edisi 2025. Kemudian tentang penetapan jumlah anggota PSSI, klub-klub tadi. Yang ketiga, mereka harus laksanakan SIAP ke semua klub,” ujar Syafruddin.
Menurutnya, keberadaan SIAP sangat penting karena menjadi dasar legalitas pemain saat mengikuti kompetisi resmi. Selain itu, sistem tersebut juga mengatur perpindahan pemain antarklub agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.
“Pemain Paser itu enggak bisa main di Balikpapan tanpa ada rekomendasi dari klub di Paser. Jangan sampai nanti ada timbul masalah,” katanya.
Ketua PSSI Kabupaten Paser, Abdurahman KA, menyebut saat ini terdapat 42 klub yang berada di bawah naungan PSSI Paser. Seluruh klub tersebut diwajibkan menyesuaikan diri dengan Statuta PSSI 2025 yang menggantikan aturan sebelumnya.
Karena adanya perubahan regulasi, klub yang sebelumnya sudah terdaftar harus kembali melakukan registrasi melalui akun SIAP.
“Jadi klub ini nanti harus semua pemainnya masuk di akun SIAP dan itu tidak boleh pemain dari klub ini ke klub sebelah, enggak boleh pindah-pindah lagi karena terdaftar,” ujar Abdurahman.
Selain pendataan pemain, PSSI Paser juga menegaskan bahwa klub baru harus memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki akta pendirian, susunan pengurus, serta dokumen legal lainnya.
Menurut Abdurahman, seluruh klub yang saat ini terdaftar telah memenuhi syarat administrasi. Namun, masih terdapat potensi persoalan terkait status pemain yang selama ini kerap berpindah klub tanpa mekanisme yang jelas.
Melalui penerapan SIAP, PSSI berharap tata kelola sepak bola di Kabupaten Paser menjadi lebih tertib, profesional, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di tingkat provinsi maupun nasional. (Dy)
Editor: Ang



