
Samarinda, Kaltimedia.com — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul polemik yang memicu perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya pada Senin (27/4/2026). Dalam video itu, Rudy mengaku mengikuti langsung berbagai respons, kritik, dan sorotan masyarakat terhadap kebijakan yang ia ambil.
Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi, sekaligus bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, sorotan publik, termasuk terkait penggunaan fasilitas dan kebijakan pemerintah daerah, tidak dipandang sebagai hal negatif, melainkan masukan yang perlu ditindaklanjuti.
Rudy juga mengakui telah melakukan evaluasi terhadap sikap dan pendekatan komunikasinya selama ini. Ia menyadari terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Dalam beberapa hari terakhir saya banyak melakukan perenungan. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi,” kata Rudy.
“Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah rencana anggaran renovasi rumah jabatan gubernur yang disebut mencapai Rp25 miliar. Menanggapi hal tersebut, Rudy menjelaskan bahwa perencanaan program itu telah disusun sebelum dirinya menjabat.
Namun demikian, ia menegaskan tidak akan menghindari tanggung jawab sebagai kepala daerah yang kini memimpin.
Di akhir pernyataannya, Rudy menekankan komitmen untuk melakukan pembenahan ke depan, khususnya dalam aspek transparansi kebijakan serta komunikasi publik yang lebih terbuka dan responsif. (Rfh)
Editor: Ang





