
Samarinda, Kaltimedia.com — Persaingan menuju kursi Ketua POBSI Kaltim mulai menghangat. Abdul Rahman Agus menyatakan kesiapan maju dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 di Samarinda.
Langkah Abdul Rahman bukan tanpa dasar. Ia mengklaim telah mengantongi dukungan dari enam pengurus cabang (pengcab) kabupaten/kota, yakni Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Paser, dan Mahakam Ulu.
Kepercayaan diri tersebut juga dibarengi dengan target ambisius: memutus puasa medali emas cabang biliar Kalimantan Timur di ajang PON 2028 NTB-NTT.
“Saya mempunyai target ingin meraih medali emas PON 2028 NTB-NTT, karena selama ini POBSI Kaltim belum ada medali emas. Untuk itu, jika terpilih nanti saya akan bekerja keras disitu untuk memberikan medali emas buat Kaltim di PON 2028,” ujar Abdul Rahman, Minggu (26/4/2026).
Tak hanya bicara prestasi, Abdul Rahman juga menyoroti lemahnya infrastruktur pembinaan. Ia berencana membangun pusat pelatihan khusus atlet biliar sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.
“Kemudian, misi saya akan membangun gedung center di Kaltim untuk biliar, ada tempat latihan, pokoknya gedung untuk pemusatan latihan khusus atlet di Kaltim,” ucapnya.
Selain itu, ia menilai minimnya kompetisi menjadi salah satu penghambat perkembangan atlet. Karena itu, agenda turnamen rutin tahunan menjadi bagian penting dalam programnya.
“Kedua akan menggelar turnamen setiap tahunnya untuk memotivasi atlet, seperti Piala Gubernur atau kejuaraan yang lain-lainnya. Yang terpenting pembinaan atlet berkelanjutan terus akan saya jalankan dan kembangkan,” katanya.
Dari sisi pengalaman organisasi, Abdul Rahman bukan nama baru. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota Komisi III DPRD Kaltim dan juga memimpin PABERSI Kaltim periode 2024–2029.
Namun, ia memastikan siap melepas jabatan tersebut jika terpilih sebagai Ketua POBSI Kaltim, sebagai bentuk komitmen penuh.
“Saya akan mundur dari Pabersi apabila terpilih di POBSI. Di Pabersi saya juga sudah membuktikan membawa medali emas di PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Untuk itu di POBSI ini saya ingin membawa lagi, supaya medali emas di PON Nusa Tenggara,” tegasnya.
Di luar kapasitas formal, Abdul Rahman mengaku memiliki kedekatan personal dengan olahraga biliar. Hobi yang telah lama digelutinya bahkan difasilitasi dengan meja biliar di rumahnya sendiri.
Dengan latar belakang tersebut, ia membawa visi besar menjadikan biliar sebagai cabang olahraga berprestasi dan populer di Kalimantan Timur. Fokusnya mencakup pengembangan atlet, peningkatan frekuensi turnamen, profesionalisme organisasi, optimalisasi sarana, hingga penguatan pemasaran olahraga.
Musprov POBSI Kaltim pada Mei mendatang diprediksi menjadi momentum penting arah baru pembinaan biliar di daerah. Dengan target tinggi yang diusung, publik kini menanti apakah ambisi emas di PON 2028 dapat benar-benar diwujudkan. (Dy)
Editor: Ang





