
SAMARINDA – Belum lama ini KONI Kalimantan Timur (Kaltim) telah selesai menggelar tahapan persiapan Pelatda yakni test kesehatan. Di mana test ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumut mendatang.
Hanya saja Ketua Pelaksana Test Kesehatan yang juga sebagai Komandan Pelatda KONI Kaltim, Ego Arifin menerangkan, terdapat beberapa atlet yang mengalami kelainan pada kesehatan, setelah menerima hasil test dari tim dokter.
“Ada beberapa atlet ditemukan indikasi ketidaknormalan didalam tubuh kondisinya itu kemudian kita tindak lanjuti dengan memanggil cabornya dan menyampaikan hal itu serta mengkonfirmasinya apakah selama latihan ada keluhan dan lainnya, rata-rata mereka bilang tidak ada,” kata Ego Arifin.
Kendati demikian, hasil test tersebut perlu diperdalam lagi kesehatannya. Sehingga KONI berharap tidak ada terjadi indikasi kesehatan apapun dalan tubuh atlet yang akan bertanding di PON nanti
“Berarti hasil dari lab itu harus ada tes lebih dalam lagi kemudian hasilnya hari ini tapi kalau tes awal itu ada indikasi, ini masih ditindak lanjuti seandainya dia ini tingkat penyakitnya sudah berapa dan hari ini dikasih hasilnya secara medis. Mudahan hanya indikasi dan tidak terjadi apa-apa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ego menyebutkan ada juga terdapat 2 atlet lain yang mengalami kelainan kesehatan. Sehingga KONI memanggil orang tua dan pelatih cabor untuk diberitahukan mengenai kondisi kesehatan yang dialami.
“Yang dua ini kita sudah panggil pelatih dan orang tuanya, yang manggil KONI tapi yang berbicara ketua tim dokter bahwa ada kelainan kesehatan,” katanya Ego.
Meski ada kelainan, namun masih belum bisa dipastikan apakah akan tetap masuk dalam kontingen atau tidak, mengingat masih menunggu hasil test kesehatan lebih lanjut dari tim dokter.
“Yang berdua ini kami masih bicarakan dengan tim KONI, kami harus ada kepastian dari medis kalau kami kan tidak terlalu mengerti. Kalau keluar nanti ini kelanjutannya bagaimana dan rekomendasi mereka (medis) bagaimana,” ujarnya.
Ego menerangkan bahwa test kesehatan ini sesuai dengan instruksi Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Di mana tujuan test tersebut agar bisa mengetahui kondisi didalam tubuh atlet sebelum bertanding di PON nanti. (Dy)





