AS Klaim Blokade Selat Hormuz Efektif, Enam Kapal Dagang Putar Balik

Foto: Selat Hormuz di Iran. Sumber: Istimewa.

Iran, Kaltimedia.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikatmengklaim keberhasilan awal blokade maritim di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resmi, United States Central Command (CENTCOM) menyebut sedikitnya enam kapal dagang memilih putar balik setelah diarahkan oleh militer AS.

Blokade yang mulai diberlakukan sejak Senin (13/4/2026) itu disebut secara khusus menargetkan kapal yang menuju atau berasal dari Iran.

“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman,” demikian pernyataan CENTCOM, Rabu (15/4) siang.

Langkah ini menandai eskalasi serius di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.

Untuk mendukung operasi tersebut, AS mengerahkan kekuatan besar di kawasan, termasuk lebih dari 10 ribu personel militer, belasan kapal perang, serta puluhan pesawat tempur.

CENTCOM menegaskan bahwa blokade dilakukan tanpa diskriminasi terhadap negara asal kapal.

“Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski memperketat akses maritim, AS menyatakan tetap membuka jalur bagi bantuan kemanusiaan. Pengiriman makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya tetap diperbolehkan dengan syarat melalui proses pemeriksaan ketat.

Kebijakan blokade ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump setelah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad mengalami kebuntuan.

Meski demikian, Trump memberi sinyal bahwa peluang dialog masih terbuka, dengan rencana lanjutan negosiasi yang kemungkinan digelar kembali dalam waktu dekat.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan global, mengingat dampaknya yang besar terhadap stabilitas energi dunia serta potensi eskalasi konflik yang lebih luas. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *