
USA, Kaltimedia.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada negara sekutu, khususnya Inggris dan Prancis, terkait sikap mereka yang menolak terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran. Trump sebelumnya meminta dukungan negara sekutu untuk turut serta dalam operasi tersebut, namun tidak mendapat respons positif.
Melalui unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menuding Prancis tidak memberikan dukungan logistik dengan menolak akses wilayah udara bagi pesawat yang membawa perlengkapan militer menuju Israel.
“Negara Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang sarat dengan perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Prancis. Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU sehubungan dengan “Penjagal Iran,” yang telah berhasil dilenyapkan! AS akan MENGINGATNYA!!!,” tulis Trump, Rabu (1/4/2026) kemarin.
Selain Prancis, Trump juga mengkritik Inggris yang dinilai tidak berkontribusi dalam operasi militer tersebut. Ia bahkan menyarankan negara-negara yang terdampak situasi di Selat Hormuz untuk mengambil langkah mandiri.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melakukan sebagian besar upaya dalam melemahkan Iran, sehingga negara lain seharusnya mulai bertanggung jawab atas kepentingannya sendiri.
“Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepala Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, belilah dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan REBUT saja,” ujarnya.
“Anda harus mulai belajar bagaimana berjuang sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu Anda, sama seperti Anda tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Carilah minyak Anda sendiri!” tegasnya.
Pernyataan Trump turut diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menilai bahwa negara lain harus mulai mengambil peran dalam menjaga jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz.
Menurut Hegseth, tanggung jawab pengamanan jalur tersebut tidak seharusnya hanya dibebankan kepada Amerika Serikat.
“Ada negara-negara di seluruh dunia yang seharusnya siap untuk meningkatkan peran mereka di jalur perairan penting ini. Bukan hanya Angkatan Laut Amerika Serikat. Terakhir kali saya periksa, seharusnya ada Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang besar dan tangguh yang juga siap melakukan hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa negara-negara yang memiliki kepentingan terhadap pasokan energi dari kawasan tersebut perlu mengambil langkah sendiri.
“Saya pikir negara-negara lain harus memperhatikan kata-kata Trump,” kata Hegseth.
“Dia menunjukkan, Anda tahu, mungkin perlu mulai belajar bagaimana berperang untuk diri sendiri,” sindirnya.
Pernyataan ini semakin mempertegas ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu tradisionalnya di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah. (Ang)



