Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Adang Bay Paser, Berjarak 10 Mil dari Lokasi Awal

Foto: Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Adang Bay Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Adang Bay Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam bernama Puji alias Dgai (50) dalam kondisi meninggal dunia di perairan Adang Bay, Kabupaten Paser, Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang di Muara Sungai Telake, Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita setelah perahu ketinting yang ditumpanginya bersama satu orang lainnya terbalik akibat ombak kencang.

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kasatpolairud Polres Paser, AKP Andi Ferial, menjelaskan bahwa laporan penemuan jenazah diterima sekitar pukul 10.00 Wita dari petugas UPP Kelas II Tana Paser.

Jenazah ditemukan mengapung di koordinat 01°44’152” S – 116°37’426” E atau sekitar 10,18 mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

“Penemuan awal dilaporkan oleh kru kapal FC Mitra Pacific, selanjutnya ditindaklanjuti oleh personel Satpolairud Polres Paser bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, UPP Kelas II Tana Paser, Polsek Long Kali, Basarnas, BPBD, Damkar, serta tim PT Kideco Jaya Agung, PT Contrans Asia dan masyarakat,” ujar AKP Andi.

Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Pada pukul 13.25 Wita, jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi menggunakan speed boat Sera Bravo. Proses evakuasi selesai pukul 14.40 Wita.

Jenazah kemudian dibawa ke Desa Maruat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat perahu ketinting yang ditumpangi dua orang satu laki-laki dan satu perempuan terbalik di muara desa. Penumpang laki-laki berhasil selamat dan menjadi saksi kejadian, sementara korban terseret ombak dan dinyatakan hilang.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak melanjutkan proses hukum serta menolak dilakukan pemeriksaan medis. Selama proses pencarian hingga evakuasi, situasi dilaporkan berlangsung aman dan kondusif.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI AL, kepolisian, BPBD, serta unsur perusahaan dan masyarakat setempat. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *