Polda Kaltim Turunkan 1.851 Personel Amankan Operasi Ketupat Mahakam 2023

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melaksanakan apel gelar pasukan di Lapangan SPN Polda Kaltim, kawasan Stal Kuda, Senin (17/4/2023). Apel ini merupakan gelaran Operasi Ketupat Mahakam yang berlangsung sejak 18 April hingga 1 Mei 2023 guna mengamankan arus mudik jelang Idul Fitri 1444 Hijriah.

BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melaksanakan apel gelar pasukan di Lapangan SPN Polda Kaltim, kawasan Stal Kuda, Senin (17/4/2023). Apel ini merupakan gelaran Operasi Ketupat Mahakam yang berlangsung sejak 18 April hingga 1 Mei 2023 guna mengamankan arus mudik jelang Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Operasi ini digelar serentak seluruh Indonesia. Harapannya arus mudik Lebaran tahun 2023 ini bisa kita amanakan dengan baik,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.

Untuk pengamanan arus mudik kali ini, sebanyak 1.851 personel gabungan akan diturunkan. Tidak hanya itu, Polda Kaltim juga mendirikan 57 pos pengamanan, 12 pos pelayanan dan 12 pos terpadu yang tersebar di seluruh tempat-tempat krusial di sepuluh Kabupaten dan Kota di Kaltim.

“Titik-titik rawan di Kabupaten dan Kota sudah kita petakan. Kerawanannya hanya kecelakaan. Mudahan dengan rekayasa lalulintas yang telah disusun oleh Polres jajaran dan para stakeholder terkait angka kecelakaan bisa kita tekan,” ungkapnya.

Selain kecelakaan, lanjut jenderal bintang dua itu,
fokus utama dalam operasi tersebut adalah pengamanan rumah-rumah yang ditinggal para pemudik.

“Kaltim tidak seperti Jawa dan Sumatera, karena pergerakan masyrakat mudik mayoritas di sana. Masyarakat Kaltim banyak yang pulang ke Jawa, jadi operasi kita lebih fokus mengamankan rumah yang ditinggal,” tuturnya.

Yang perlu diwaspadai juga adalah di kawasan Pelabuhan. Dalam hal ini terkait masyarakat atau pemudik yang menunggu jadwal kapal hingga berhari-hari di area Pelabuhan.

“Kita imbau kalau akan pulang menggunakan jalur laut harus betul-betul melihat jadwal kawal, jangan sampai tunggu berhari-hari di Pelabuhan. Yang pada akhirnya kesehatan terganggu, sampai tempat tujuan malah sakit yang di bawa,” imbuhnya. (Pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *