Akselerasi Revitalisasi Pasar Kebun Sayur, Upaya Pemkot Balikpapan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat melakukan kunjungan ke Kementerian Perdagangan, dan diterima langsung oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (IST)

KALTIMEDIA.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Balikpapan terus memantapkan langkah pembenahan sektor perdagangan rakyat melalui rencana revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rahmad menyampaikan bahwa Pasar Kebun Sayur bukan sekadar pusat aktivitas jual beli, melainkan salah satu penggerak utama roda perekonomian masyarakat Balikpapan. Ia menilai pasar tradisional tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi bahan kebutuhan pokok sekaligus ruang interaksi sosial yang telah mengakar dalam kehidupan warga.

“Pasar Inpres Kebun Sayur adalah urat nadi ekonomi rakyat. Di sana bukan hanya terjadi transaksi perdagangan, tetapi juga tumbuh interaksi sosial dan nilai-nilai kebersamaan yang telah berlangsung lama,” ujar Rahmad.

Menurutnya, revitalisasi perlu segera direalisasikan agar wajah pasar rakyat menjadi lebih tertata, bersih, dan aman, tanpa menghilangkan karakter serta nilai historis yang melekat. Modernisasi pasar, lanjutnya, menjadi langkah adaptif untuk menjawab tantangan persaingan dengan ritel modern yang semakin ekspansif.

“Revitalisasi ini bukan untuk mengubah jati diri pasar tradisional, melainkan memperkuat daya saingnya. Kami ingin pasar rakyat tampil lebih representatif, higienis, dan nyaman, sehingga mampu bersaing di tengah perkembangan ritel modern,” tegasnya.

Rahmad menjelaskan, pembenahan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik. Pemerintah Kota Balikpapan juga menyiapkan strategi penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Pasar Kebun Sayur dirancang menjadi pusat promosi sekaligus distribusi produk unggulan lokal.

Beberapa agenda prioritas yang diajukan meliputi peningkatan sarana dan prasarana yang memenuhi standar kebersihan, penataan zonasi pedagang secara lebih sistematis, serta perluasan akses pemasaran agar produk lokal dapat menembus pasar nasional bahkan ekspor. Dengan pendekatan tersebut, pasar tradisional diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang modern dan kompetitif.

Rahmad optimistis dukungan pemerintah pusat akan mempercepat realisasi program tersebut. Ia memandang revitalisasi pasar sebagai investasi jangka panjang dalam memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

“Kami berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat mempercepat proses revitalisasi. Ini adalah investasi masa depan untuk memperkokoh ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan pun mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk mendukung transformasi Pasar Kebun Sayur sebagai simbol kebangkitan pasar rakyat yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *