
Penajam Paser Utara, Kaltimedia.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bakti Benuo Taka di Kecamatan Waru menyusul dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, sebagai langkah antisipatif sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan.
“Operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara,” ujar Abdul Waris menanggapi kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Penajam Paser Utara, dikutip dari Antara, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, penghentian operasional dilakukan hingga ada kepastian hasil uji sampel makanan yang saat ini tengah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.
“Penghentian operasional sementara itu sambil menunggu pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan,” tuturnya.
Soroti Penggunaan Pihak Ketiga
Selain menghentikan operasional, Abdul Waris juga menekankan bahwa pengelolaan SPPG seharusnya tidak melibatkan pihak ketiga dalam penyediaan makanan program MBG.
Ia mengingatkan bahwa sesuai aturan, seluruh proses pengolahan makanan wajib dilakukan langsung di dapur SPPG yang telah ditetapkan.
“Sesuai aturan pengelolaan SPPG tidak diperbolehkan adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan makanan,” ucapnya.
25 Siswa Alami Gejala
Sebelumnya, sebanyak 25 peserta didik dilaporkan mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas setelah diduga mengonsumsi menu MBG. Para siswa tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru.
Tim gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, dan dinas kesehatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta mengamankan sampel makanan guna diuji di laboratorium.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.
Data Kasus Keracunan MBG 2025–11 Februari 2026
Kasus dugaan keracunan MBG di Penajam Paser Utara menambah daftar insiden serupa yang terjadi secara nasional sejak 2025.
Berdasarkan sejumlah laporan media dan pemantauan kasus:
Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 13.000 penerima manfaat MBG di berbagai daerah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga terkait konsumsi menu program tersebut.
Pada awal Februari 2026, kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mencatat 417 orang terdampak.
Sementara di Penajam Paser Utara pada 11 Februari 2026, terdapat 25 siswa yang mengalami gejala dan mendapat perawatan medis.
Data tersebut masih bersifat dugaan dan sebagian besar kasus masih dalam proses investigasi maupun uji laboratorium oleh instansi berwenang.
Pemerintah daerah berharap hasil penyelidikan dapat segera keluar agar evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG bisa dilakukan demi mencegah kejadian serupa terulang. (Ang)



