UMKT Gelar Seminar Dua Tahun The Zayed Award, Tegaskan Komitmen Muhammadiyah untuk Perdamaian Dunia

Gambar saat ini: Foto: Seminar yang dilaksanakan UMKT untuk peringati Dua Tahun The Zayed Award. Sumber: Rfh.
Foto: Seminar yang dilaksanakan UMKT untuk peringati Dua Tahun The Zayed Award. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar seminar dalam rangka memperingati dua tahun penganugerahan Zayed Award for Human Fraternity, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Jenderal Sudirman Kampus UMKT Samarinda itu menjadi momentum refleksi atas kontribusi Muhammadiyah dalam membangun perdamaian global dan memperkuat persaudaraan lintas umat.

The Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan internasional independen yang diberikan setiap tahun kepada individu maupun lembaga yang dinilai berkontribusi dalam mempererat persaudaraan umat manusia serta menjembatani kesenjangan global. Penerima penghargaan memperoleh dana apresiasi sebesar USD 1 juta untuk mendukung misi kemanusiaan dan perdamaian.

Pada 2024, Muhammadiyah bersama Nahdlatul Ulama (NU) menerima penghargaan tersebut dalam seremoni yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4 Februari 2024.

Rektor UMKT, Muhammad Musyiam, menyampaikan rasa syukur atas capaian itu. Ia menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil konsistensi Muhammadiyah dalam mengusung nilai kemanusiaan dan perdamaian.

“Alhamdulillah, pada tahun 2024 Muhammadiyah bersama NU berhasil menerima The Zayed Award yang diserahkan di Abu Dhabi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penghargaan diterima oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, Prof. Haedar Nashir, serta perwakilan NU, KH Yahya Cholil Staquf.

Menurut Musyiam, capaian tersebut bukan kebetulan, melainkan wujud komitmen panjang Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mengedepankan misi kemanusiaan inklusif.

“Muhammadiyah sejak awal menegaskan visi keumatan, kemanusiaan, dan kemitraan global. Prinsip toleransi dan penghormatan terhadap kebebasan beragama menjadi fondasi utama gerakan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai “tidak ada paksaan dalam beragama” sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 256 serta pesan toleransi dalam Surah Al-Kafirun menjadi landasan teologis dalam membangun relasi antarumat beragama yang harmonis.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Siswanto, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut di UMKT. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus tersebut sebagai tuan rumah peringatan dua tahun penghargaan internasional itu.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UMKT untuk menjadi tuan rumah peringatan tahun kedua The Zayed Award,” ujarnya.

Siswanto menegaskan, Muhammadiyah secara konsisten memprakarsai dialog lintas agama, mendorong kehidupan damai, serta memperjuangkan solidaritas dan keadilan sosial.

Menurutnya, berbagai persoalan global saat ini berakar pada ketidakbijaksanaan manusia. Karena itu, organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis nilai moral dan kemanusiaan.

“Organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab besar untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan secara harmonis,” tambahnya.

Melalui seminar ini, UMKT berharap dapat memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menyebarluaskan nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia.

Peringatan dua tahun The Zayed Award ini menjadi pengingat bahwa membangun harmoni global memerlukan kolaborasi lintas iman, lintas budaya, dan lintas bangsa. Sejalan dengan misi penghargaan tersebut, Muhammadiyah dan UMKT berkomitmen terus mengambil peran strategis dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan berkeadaban. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *