
Paser, Kaltimedia.com – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8, PSSI Kabupaten Paser selaku tuan rumah bertekad tampil maksimal, khususnya pada cabang olahraga sepak bola. Target medali emas pun dipasang, sejalan dengan harapan Bupati Paser agar prestasi terbaik dapat diraih di ajang tersebut.
Di bawah kepemimpinan Ketua PSSI Paser, Abdurahman KA, upaya serius dilakukan untuk merealisasikan target tersebut. Salah satunya dengan menjaring 56 nama calon atlet yang akan mengikuti proses seleksi ketat sebelum ditetapkan sebagai skuad inti Porprov.
Abdurahman menegaskan, puluhan nama tersebut mayoritas merupakan pemain lokal dan putra daerah Kabupaten Paser yang dinilai memiliki potensi untuk membentuk “Dream Team” Paser.
“Untuk sementara ada 56 pemain yang kami rekomendasikan mengikuti seleksi. Nantinya akan disaring menjadi 22 pemain yang akan berlaga di Porprov. Target kita jelas emas. Kalau bisa, lebih dari emas,” ujar Abdurahman kepada awak media, Jumat (6/2/2026) siang.
Ia menjelaskan, proses seleksi akan dilakukan secara objektif oleh tim seleksi yang akan dibentuk khusus. Seleksi direncanakan mulai dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
“Tim seleksi memang belum terbentuk, nanti akan kami susun. Seleksi pasca Lebaran. Dari 56 pemain ini, sebagian berasal dari Popda dan turnamen desa, dengan syarat usia kelahiran 2007–2008,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdurahman menyebutkan bahwa sejumlah pemain yang masuk dalam daftar awal merupakan atlet yang sebelumnya membela Kabupaten Paser pada ajang Popda 2025 di Penajam Paser Utara.
“Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa pelatih di Kabupaten Paser. Fokus kita sekarang Popda menuju Porprov. Yang penting saat ini seleksinya dulu kita siapkan secara matang,” katanya.
Di bawah kepengurusannya, Abdurahman juga berharap pembinaan sepak bola di tingkat desa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Ia menargetkan program pembinaan dapat berjalan hingga 2030 dengan agenda yang rutin setiap tahunnya.
“Yang kemarin sempat ada riak-riak, ingin saya hilangkan. Sekarang fokus ke Porprov dulu. Setelah itu kita evaluasi dan lanjutkan pembinaan jangka panjang,” ujarnya.
Melihat perkembangan sepak bola di Kabupaten Paser, Abdurahman menilai antusiasme dan motivasi pemain sebenarnya cukup tinggi. Namun sebelumnya pembinaan sempat terhambat dan vakum. Melalui berbagai kejuaraan yang kembali digelar, ia berharap gairah sepak bola di Bumi Daya Taka dapat tumbuh kembali, khususnya di kalangan pemain muda. (Dy)
Editor: Ang



