Empat Ledakan Bom Molotov Guncang SMPN 3 Sungai Raya, Pelaku Siswa Kelas IX

Gambar saat ini: Foto: Empat Ledakan Bom Molotov Guncang SMPN 3 Sungai Raya, Pelaku Siswa Kelas IX. Sumber: Istimewa.
Foto: Empat Ledakan Bom Molotov Guncang SMPN 3 Sungai Raya, Pelaku Siswa Kelas IX. Sumber: Istimewa.

Kubu Raya, Kaltimedia.com – Empat kali ledakan bom molotov terjadi di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan massal di lingkungan sekolah hingga kegiatan belajar mengajar dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan lebih awal.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan ledakan terjadi saat para siswa tengah menjalani jam istirahat sekaligus makan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat kejadian anak-anak panik dan terpaksa dipulangkan lebih awal. Padahal jadwal pulang normal pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, satu orang siswa mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku dari material bangunan. Korban telah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang.

Pelaku Siswa Aktif Kelas IX

Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan siswa aktif kelas IX di sekolah tersebut.

“Pelaku adalah siswa dari sekolah itu sendiri dan saat ini telah diamankan. Proses penyidikan masih berlangsung,” kata Andri.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian melibatkan Densus 88 Antiteror untuk mendalami motif dan latar belakang pelaku.

Densus 88: Korban Bullying dan Terpapar Konten Kekerasan

Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa hasil pendalaman awal menunjukkan pelaku merupakan korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan melakukan balas dendam. Selain itu, diduga kuat juga menghadapi permasalahan keluarga,” ujar Myandra, Rabu (4/2/2026).

Densus 88 juga mengungkap bahwa pelaku tergabung dalam True Crime Community (TCC), yakni komunitas digital tanpa struktur resmi yang kerap membahas dan mengekspos konten kekerasan.

Komunitas tersebut berkembang di berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, podcast, Reddit, hingga X, dan telah dipantau aparat sejak akhir tahun lalu karena berpotensi memicu perilaku ekstrem pada remaja.

Barang Bukti Berbahaya Disita

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya, antara lain:

  • Lima tabung gas portable yang direkatkan dengan petasan, paku, dan pisau
  • Enam botol bom molotov berisi bahan bakar dan sumbu kain
  • Satu bilah pisau

Sejumlah petugas Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalbar juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan sekolah.

Tekanan Psikis dari Masalah Keluarga

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menambahkan bahwa pelaku turut mengalami tekanan psikis akibat kondisi keluarga.

“Kakek dan ayahnya sedang sakit. Kondisi ini berdampak pada psikologis anak, karena meski masih di usia sekolah, ia sudah memikul beban permasalahan keluarga,” ujarnya.

Meski demikian, kata Pipit, aktivitas pelaku di sekolah sebelumnya terpantau normal. Ia diketahui bercita-cita menjadi mekanik dan memiliki hobi bermain gim bertema tembak-menembak.

“Ini masih bersifat sementara. Kami terus melakukan pendalaman untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat,” pungkasnya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *