Disporapar Paser Bangun Wisma Atlet Jelang Porprov Kaltim 2026, Siap Tampung 200 Atlet

Gambar saat ini: Foto: Disporapar Paser Bangun Wisma Atlet Jelang Porprov Kaltim 2026. Sumber: Istimewa.
Foto: Disporapar Paser Bangun Wisma Atlet Jelang Porprov Kaltim 2026. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser membangun lima pintu kamar wisma atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang akan digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser.

Wisma atlet tersebut berlokasi di samping Gedung Tenis Meja, Komplek GOR Sadurengas Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, dan disiapkan untuk mendukung kebutuhan akomodasi kontingen serta atlet selama Porprov berlangsung.

Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana, menjelaskan bahwa wisma atlet ini akan difokuskan untuk menampung atlet dan kontingen Paser, dengan sistem penggunaan secara bergantian menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Wisma Atlet yang rencananya akan dimanfaatkan nanti untuk bisa menampung atlet kita dan kontingen Paser khususnya, yang akan dipakai nanti secara bergantian dengan daya tampung sekitar 200 atlet. Jadi itu nanti akan dimanfaatkan secara bergantian sesuai jadwal tanding masing-masing cabor,” kata Abdhy Fermana kepada rri.co.id, Selasa (20/01/2026).

Ia menambahkan, setiap cabor nantinya harus menyesuaikan waktu penggunaan wisma agar tidak terjadi benturan dengan atlet dari cabang olahraga lain.

Selain untuk kebutuhan Porprov, Abdhy berharap wisma atlet tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah perhelatan olahraga tingkat provinsi itu usai. Hal ini sejalan dengan program Bupati Paser dalam mengembangkan sport tourism atau wisata olahraga.

“Setelahnya Porprov, wisma atlet itu juga nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program Pemda, di mana Paser akan jadi destinasi wisata olahraga atau sport tourism. Karena dengan banyaknya event pasca Porprov, kita berharap Wisma Atlet ini akan dimanfaatkan untuk pengunjung ataupun atlet yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

Abdhy juga menyebutkan bahwa ke depan penggunaan wisma atlet kemungkinan akan dikenakan biaya guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat lokasi bangunan yang strategis di dalam Komplek GOR Sadurengas.

Terkait atlet Paser yang akan menggunakan wisma tersebut setelah Porprov, ia mengatakan kebijakan mengenai tarif masih menunggu regulasi dari pemerintah daerah. Namun jika dikenakan biaya, nominalnya dipastikan tidak memberatkan.

“Sementara kita belum tahu ini nanti regulasi dan kebijakan dari pemerintah seperti apa. Sama juga dengan venue-venue kita yang sudah kita bangun ini seperti apa. Sedikit banyak sih sebenarnya kami juga sudah studi tiru dengan beberapa kabupaten, kota, dan provinsi yang cukup majulah olahraganya,” jelasnya.

Menurut Abdhy, rencana penarikan biaya tersebut mengacu pada hasil studi tiru Disporapar Paser ke Jawa Timur, di mana beberapa daerah seperti Surabaya dan Malang menerapkan sistem berbayar dalam penggunaan wisma atlet untuk pembinaan.

“Seperti di Surabaya, seperti di Malang itu rata-rata juga berbayar sebenarnya untuk proses pembinaan, tetapi tentunya berbeda ketika menggunakan fasilitas pemerintah atau venue-venue yang digunakan untuk proses pembinaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, mekanisme dan besaran biaya penggunaan wisma atlet sepenuhnya bergantung pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Paser. Namun Disporapar memastikan biaya tersebut tidak akan membebani atlet, baik dari Paser maupun dari luar daerah. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *