Akses Darat Belum Pulih, Distribusi BBM dan LPG ke Aceh Tengah–Bener Meriah Masih Lewat Udara

Gambar saat ini: Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sumber: Liputan6.
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sumber: Liputan6.

Jakarta, Kaltimedia.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) ke Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga kini masih mengandalkan jalur udara.

Penyaluran dilakukan menggunakan helikopter dan pesawat Hercules menyusul kondisi akses darat yang belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir dan longsor.

“Untuk Aceh, BBM dan LPG di beberapa tempat sudah normal, kecuali daerah-daerah yang aksesnya memang masih sulit untuk kita masuk,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Jumat (19/12/2025).

Bahlil menjelaskan, meskipun pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mulai melakukan perbaikan jalan, kondisi infrastruktur belum memungkinkan untuk dilalui armada distribusi darat secara optimal.

“Jalan sudah bisa dilewati, tapi kondisinya belum memadai, belum lebar. Karena itu dropping BBM dan LPG masih sebagian menggunakan pesawat,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama pemerintah dalam menjaga kelancaran pasokan energi menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Ini yang menjadi salah satu kendala kami dalam menghadapi Nataru,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil memastikan distribusi BBM dan LPG di wilayah Aceh lainnya secara umum telah kembali normal, di luar Aceh Tengah dan Bener Meriah yang masih terkendala akses.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, Bahlil menyebut distribusi energi relatif lebih baik, meskipun masih terdapat hambatan di Kabupaten Agam.

“Untuk Sumbar, BBM relatif jauh lebih baik, LPG juga jauh lebih baik, terkecuali di Kabupaten Agam yang memang masih agak tersendat,” ungkapnya.

Adapun pasokan energi ke Sumatra Utara yang sebelumnya disuplai dari Dumai kini telah dialihkan dari Sumatra Barat dan dilaporkan mulai terurai.

Pemerintah, lanjut Bahlil, terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan distribusi energi tetap terjaga di tengah proses pemulihan infrastruktur pascabencana. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *